Kumparan Logo

Moms, Anda Peserta BPJS Kesehatan? Yuk Skrining Minimal Sekali Setahun!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anda Peserta BPJS Kesehatan? Yuk Skrining Minimal Sekali Setahun! Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anda Peserta BPJS Kesehatan? Yuk Skrining Minimal Sekali Setahun! Foto: Shutterstock

Kesehatan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan aktivitas setiap harinya. Saat tubuh sakit, aktivitas produktif bisa terhambat.

Oleh karena itu penting untuk menjaga kesehatan tubuh, salah satunya dengan rutin melakukan skrining, Moms. Skrining bermanfaat untuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis sedini mungkin. Sehingga penyakit dapat dicegah dan tidak sampai menimbulkan keparahan.

Maka dari itu, BPJS Kesehatan kini mendorong peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Mengapa penting dilakukan?

Peserta BPJS Kesehatan Diimbau Skrining Setahun Sekali

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. Foto: Shutterstock

Moms, skrining riwayat kesehatan ini dilakukan untuk mencegah penyakit kronis, sehingga fasilitas kesehatan dapat menentukan perawatannya sedini mungkin. Nantinya, peserta dapat mengisi pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga, hingga pola konsumsi makanan.

Sejauh ini skrining BPJS Kesehatan bersifat imbauan dan tidak wajib, Moms. Anda juga bisa melakukannya saat sedang mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"BPJS Kesehatan memudahkan peserta melakukan skrining riwayat kesehatan melalui berbagai kanal. Skrining ini pun hanya dilakukan minimal sekali setiap tahun," ujar Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Skrining kesehatan ini bisa diikuti oleh seluruh peserta JKN dari usia 15 tahun. Lily berharap peserta dapat melakukan skrining ulang setiap tahunnya, sehingga kondisi kesehatan peserta BPJS dapat terus dipantau.

Bagaimana Skrining Kesehatan Dilakukan?

Bagaimana Skrining Kesehatan Dilakukan? Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Tidak perlu jauh-jauh ke fasilitas kesehatan, Anda bisa melakukannya lewat gadget sendiri, Moms. Skrining bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, atau pun dengan menghubungi Chat Assistant BPJS Kesehatan.

Skrining riwayat kesehatan dilakukan peserta melalui pengisian atas pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan.

Adapun bagi peserta yang tidak dapat menggunakan kanal digital, dapat melakukan skrining di FKTP sebelum mengakses layanan kesehatan. Saat mendaftar layanan FKTP, akan muncul notifikasi pengisian Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi P-Care FKTP yang merupakan sistem pencatatan pelayanan di FKTP.

"Pengisian sangat mudah, tidak memakan waktu lama hanya kurang dari 10 menit. Sehingga, tidak akan menghambat waktu layanan di FKTP," tutur Lily.

Dengan adanya skrining riwayat kesehatan ini, fasilitas kesehatan dapat melakukan profiling penyakit peserta terdaftarnya. Termasuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis, meliputi diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner sedini mungkin sehingga dapat dicegah agar tidak terjadi penyakit.