Moms, Begini Kemampuan Melihat Bayi di 6 Bulan Pertama Hidupnya

Mata adalah jendela dunia.
Sejak lahir ke dunia, manusia diberi kemampuan melihat lewat kedua bola mata yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Lewat mata, kamu mulai mengenali apa yang ada di sekeliling. Mulai dari merasakan silaunya cahaya, mengenali wajah orang tua, membedakan warna, dan sebagainya.
Namun, tahukah kamu bahwa bayi yang baru lahir sejatinya masih memiliki penglihatan yang terbatas?
Kemampuan melihat pada bayi akan berkembang seiring berjalannya waktu. Namun pada usia enam bulan pertama, bayi membutuhkan banyak rangsangan untuk mengembangkan kemampuannya 'meneropong' dunia.
Lantas, kemampuan melihat seperti apa yang dimiliki oleh bayi berusia nol hingga enam bulan?
Seperti dilansir Hello Sehat, pada enam bulan pertama kehidupannya, semua bayi harusnya sudah mampu untuk mendeteksi adanya cahaya. Meski terbatas, bayi juga mampu mengenali aneka bentuk dan gerakan.
Jarak penglihatannya juga masih sangat terbatas, tak lebih dari 30 sentimeter. Jadi, sang bayi baru bisa mengenali wajah sang ibu dalam jarak dekat.
Biasanya, bayi sudah bisa mengenali wajah ibunya pada enam bulan pertama. Hal ini didukung faktor seringnya ibu melakukan kegiatan jarak dekat seperti menyusui dan menimang bayi.
Pada bulan pertama kehidupannya, ini merupakan momen emas dimana bayi belajar mengenali banyak hal. Ia juga cenderung tertarik pada warna-warna cerah dan pola yang rumit.
Jadi, memberi bayi mainan berwarna mencolok sangat disarankan untuk merangsang kemampuan melihatnya. Inilah mengapa mainan bayi yang dijual selalu berwarna merah, kuning, oranye, dan hijau. Menempel poster atau gambar dengan warna ceria juga bisa jadi pilihan cerdas.

Sayangnya, kini banyak orang tua yang senang mengikuti tren warna pastel dengan menerapkannya pada interior kamar bayi. Padahal hal ini tak terlalu besar pengaruhnya, karena bayi masih belum mampu mengenali warna-warna lembut.
Bayi berusia enam bulan juga senang melihat benda bergerak, lho. Untuk merangsang perkembangan saraf motorik matanya, kamu bisa coba menggoyang-goyangkan mainan dan bermain cilukba di depan wajahnya. Selain seru dan menyenangkan, ini juga akan menarik perhatian bayi.
Meski terkesan sepele, ini penting dilakukan untuk mengetes fokus mata bayi. Apakah gerak matanya responsif? Mampu mengikuti gerakan mainan dengan akurat?
Yang harus kamu waspadai adalah ketika bayi belum mampu melacak keberadaan beda di sekitarnya. Atau ketika mata bayi terus bergerak tak bisa diam dan berada pada posisi tidak semestinya.

Mata bayi yang juling ke arah dalam atau justru diam tak bergerak juga perlu dikhawatirkan. Orang tua harus peka dengan terus memantau kondisi kesehatan mata bayi. Perhatikan, apakah matanya berair, merah, terus mengeluarkan kotoran, atau muncul bercak putih pada pupilnya.
Jika bayi menunjukkan salah satu gejala aneh seperti yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter ahli. Jika ditangani dengan cepat dan responsif, besar kemungkinan penglihatan bayi akan kembali normal.
