Kumparan Logo

Moms, Ini Cara Atasi Stres karena Masalah Keluarga

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu stres. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu stres. Foto: Shutterstock

Setiap keluarga memiliki hubungan yang unik dan berbeda. Terkadang konflik memang menjadi hal yang sangat sulit dihindari.

Ya Moms, sebenarnya konflik adalah hal yang wajar di dalam hubungan keluarga atau rumah tangga. Namun, pastikan terselesaikan dengan baik. Sebab, konflik yang tidak menemui jalan, rentan membuat anggota keluarga stres.

"Kumpul keluarga dapat menjadi sumber stres jika Anda menghadapi konflik keluarga yang belum terselesaikan yang menimbulkan ketegangan, kemarahan, atau pertengkaran. Konflik seperti itu menyakitkan dan dapat membuat Anda lebih sulit untuk percaya," kata Elizabeth dikutip dari Very Well Mind.

Alasan Konflik Keluarga Bisa Jadi Sumber Stres

Konflik keluarga yang belum terselesaikan menimbulkan tekanan tambahan, terutama pada acara kumpul keluarga. Padahal, keluarga harusnya menjadi sumber dukungan, tetapi yang terjadi justru menjadi sumber tekanan. Penelitian telah menemukan bahwa hubungan keluarga yang mengganggu dapat menyebabkan stres dan kebencian, karena:

Ilustrasi ibu stres. Foto: Shutterstock

-Mengganggu Kepercayaan

Kepercayaan antar anggota keluarga akan terganggu apabila setiap konflik tidak dicarikan jalan keluar. Konflik harus diselesaikan dengan diskusi yang baik, permintaan maaf, atau bentuk penyelesaian lainnya.

-Sakit Hati yang Tak Kunjung Usai

Konflik yang tak terselesaikan akan menjadi pagar pembatas antar satu anggota keluarga dengan yang lainnya. Seseorang akan langsung berpikiran atau berasumsi negatif saat melihat perilaku orang lain. Pikiran negatif inilah yang menjadi pupuk stres dan malah menciptakan rasa sakit hati yang baru.

Cara Menghadapi Konflik Keluarga

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

1. Cobalah untuk Menyelesaikan Konflik

Saat kumpul keluarga menjadi waktu yang tepat untuk menyelesaikan konflik. Termasuk coba tanyakan, apakah masalah yang sedang dihadapi ingin diselesaikan dengan melibatkan sudut pandang ketiga. Ya Moms, sudut pandang orang lain bisa membantu Anda melihat masalah dari sisi yang lebih luas.

2. Maafkan dan Lupakan

Apabila pertemuan keluarga untuk menyelesaikan masalah belum menemui solusi. Cobalah untuk memaafkan dan melupakannya.

keselamatan dan perlindungan keluarga Foto: Shutterstock

Memaafkan berarti melepaskan rasa marah dan dendam. Penelitian menyebut, memaafkan memang sulit, namun memberikan rasa maaf dapat berdampak positif pada kesehatan mental. Memaafkan dapat mengurangi kecemasan, stres, hingga depresi.

3. Meminimalisir Interaksi atau Berkontak

Apabila apa yang dilakukan orang lain terlalu kasar dan tidak ada penyelesaian konflik, maka cobalah untuk membatasi hubungan dengan orang tersebut. Membatasi atau memutus kontak dengan orang lain menjadi jalan terakhir yang dapat dilakukan. Terkadang jalan ini harus diambil demi kesehatan emosional Anda.

kumparan post embed