Kumparan Logo

Moms, Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Anak Perfeksionis

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak perfeksionis. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak perfeksionis. Foto: Shutter Stock

Memiliki anak yang perfeksionis bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Ya Moms, anak yang perfeksionis umumnya selalu ingin tampil sempurna dan berhasil saat melakukan hal apa pun.

Mungkin, melihat anak yang perfeksionis bisa menjadi sebuah motivasi, Moms. Namun, bila hal yang dikerjakan tidak sesuai dengan rencana atau ekspektasinya, maka anak akan merasa sangat kecewa dan menganggap dirinya gagal. Jika tidak ditangani dengan tepat, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak, seperti mudah stres, depresi, ataupun cemas. Namun sifat perfeksionis yang dikelola dengan baik justru bisa menjadi modal kesuksesan anak di masa depan, lho.

Mengutip Very Well Family, anak yang perfeksionis akan menetapkan tujuan yang tidak realistis dan memberikan tekanan besar untuk dirinya sendiri. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab Anak Jadi Perfeksionis

Ilustrasi anak perfeksionis. Foto: Shutter Stock

1. Masalah akademik

Salah satu penyebab yang mungkin membuat anak jadi perfeksionis adalah masalah akademik. Misalnya, anak takut nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan harapannya. Mereka khawatir gagal melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya, kalah bersaing dengan teman di sekolahnya, dan mungkin merasa gagal untuk membanggakan kedua orang tuanya. Hal tersebutlah yang membuat si kecil merasa perlu menjadi sempurna untuk mencapai apa yang diinginkan.

2. Faktor biologis

Penelitian menunjukkan bahwa perfeksionisme berkaitan dengan gangguan mental tertentu, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD), maupun gangguan makan.

3. Keinginan untuk menyenangkan

Beberapa anak ingin mendapatkan pengakuan dari orang-orang di sekitarnya, misalnya saja ingin dianggap sebagai anak yang pintar. Hal ini mungkin dilakukan untuk mengurangi beban atau stres orang tuanya, ataupun salah satu cara untuk mendapatkan perhatian lebih.

4. Pengaruh orang tua

Perilaku perfeksionis yang dimiliki orang tua cenderung diturunkan pada anaknya. Kemungkinan si kecil pun juga kerap meniru apa yang orang tuanya lakukan, Moms.

5. Trauma

Anak yang pernah memiliki trauma atau kegagalan cenderung ingin melakukan hal lainnya dengan sempurna. Sebab, bila tak sesuai dengan harapan dirinya sendiri atau orang lain, maka mereka akan mengalami penolakan atau tidak diakui.

Ciri Anak Perfeksionis

Ilustrasi kesulitan belajar pada anak. Foto: Shutter Stock

Tanda ataupun ciri perfeksionisme pada anak bisa bervariasi, tergantung pada usia dan jenis perfeksionisme yang dialami. Tetapi secara umum, ciri perfeksionisme pada anak meliputi:

  • Kesulitan untuk menyelesaikan tugas sekolah karena merasa tidak cukup baik.

  • Selalu merasa cemas bila berbicara tentang kegagalan.

  • Sensitif terhadap kritik.

  • Toleransi frustasi yang rendah ketika membuat kesalahan.

  • Sulit menghindari tugas yang sulit.

  • Sering mengkritik diri sendiri.

  • Sulit membuat keputusan atau menentukan prioritas.

  • Sangat kritis terhadap orang lain

Lantas, bagaimana menghadapi anak yang perfeksionis? Simak di artikel berikut, Moms!

kumparan post embed