Kumparan Logo

Moms, Pahami Bahaya Bawa Balita Naik Motor Tanpa Pengaman yang Tepat

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Moms, Pahami Bahaya Bawa Balita Naik Motor Tanpa Pengaman yang Tepat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Moms, Pahami Bahaya Bawa Balita Naik Motor Tanpa Pengaman yang Tepat. Foto: Shutterstock

Seorang anak berusia 3 tahun di Kota Makassar, meninggal usai terlindas truk saat menunggu kakaknya yang sedang belanja di warung. Anak tersebut ditinggal sendirian duduk di motor yang terparkir di pinggir jalan. Tiba-tiba, motor bergerak mundur dan terjatuh ke aspal. Korban pun ikut jatuh dan kepalanya masuk ke kolong truk yang sedang melintas.

Moms, meninggalkan si kecil sendirian di kendaraan tentunya bisa berbahaya. Belajar dari kejadian tersebut, penting bagi orang dewasa untuk memperhatikan keselamatan anak saat dibawa bepergian mengendarai motor.

Inisiator Safekids Wahyu Minarto atau yang akrab disapa Paman Billie menyebut, terdapat beberapa potensi bahaya saat membonceng anak tanpa perlengkapan yang lengkap, seperti helm hingga jaket.

‘’Umur 3 tahun helm belum ada, sehingga terpapar bahaya lebih besar. Risikonya lebih tinggi juga karena jika bersentuhan langsung kena badan kita (saat di atas motor)," ujar Paman Billie kepada kumparanMOM.

kumparan post embed

Lantas, apa saja yang bisa diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang?

1. Tidak Diajak Naik Motor Bila Tak Darurat

Bila tidak dalam keadaan darurat, sebaiknya anak balita tidak perlu diajak bepergian naik motor. Sebaiknya, anak ditinggal di rumah saja atau diwakilkan orang lain bila harus pergi dengan motor.

“Kalau masih bisa ditunda misal ke warung, itu orang dewasa, orang tua harus tahu, apakah sepadan memaparkan risiko yang tinggi dengan anak,’’ ujar Paman Billie.

2. Tidak Boleh Ditinggal

Anak tidak boleh ditinggal di kendaraan tanpa ada orang dewasa yang mendampingi. Bila harus turun, parkir kendaraan dengan benar lalu dikunci, kemudian anak dibawa untuk mencegah terjadi penculikan.

Namun, bila terpaksa harus membawa si kecil, usahakan hanya dilakukan saat kondisi darurat, seperti harus ke rumah sakit atau jika tidak ada yang menjaga di rumah.