Kumparan Logo

MPASI dari Roti Tawar, Umur Berapa Boleh Diberikan?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Roti tawar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Roti tawar. Foto: Shutterstock

Di usia 6 bulan, Anda sudah boleh memperkenalkan makanan padat atau MPASI bayi. Ya, di awal mengonsumsi MPASI, bayi disarankan untuk makan bubur yang disaring terlebih dahulu. Setelah itu, seiring bertambahnya usia, tekstur MPASI dapat Anda tingkatkan secara perlahan, Moms.

Lalu, bagaimana dengan roti tawar? Apakah roti tawar boleh diberikan di awal bayi mengonsumsi MPASI?

Roti Tawar untuk MPASI Bayi

Ilustrasi bayi makan roti. Foto: Shutterstock

Roti bisa dibilang sebagai sumber kalori yang sehat. Tak hanya menyediakan energi bagi tubuh, roti juga kaya vitamin B1, B2, niasin, mineral dan serat yang baik untuk sistem pencernaan. Praktis disajikan, roti kerap jadi menu pilihan untuk sarapan maupun makan siang.

Usia 8-9 bulan adalah waktu yang tepat untuk mencoba memberikan roti pada bayi. Pada usia ini bayi butuh makanan yang lebih bertekstur. Roti bisa diberikan sebagai pendamping sayur, buah-buahan, dan protein yang Anda berikan sebagai sumber energi.

Nah Moms, untuk bayi Anda sebaiknya memang lebih dulu memperkenalkan roti tawar daripada roti gandum. Sebab, roti tawar yang lebih mudah dicerna dan rendah kalori. Sedangkan roti gandum punya tekstur yang lebih kasar dan lebih kaya serat. Terlalu banyak mengonsumsi serat bisa mengurangi selera makan si kecil.

Sebelum memberikan anak roti gandum, pastikan juga si kecil tidak alergi pada gandum. Meski gandum bukan sumber alergi yang umum, reaksi bayi pada makanan berbeda dengan orang dewasa.

Dilansir Wholesome Babyfood, bayi yang tidak menunjukkan reaksi alergi pada beras dan oatmeal, kemungkinan besar juga tidak akan bereaksi pada gandum. Saat itulah Anda bisa memperkenalkan roti.

Tips Berikan Roti untuk Bayi

Ilustrasi berkreasi dengan roti. Foto: Shutterstock

Anda bisa memberikan roti kepada bayi dengan mencampurkannya dalam puree. Tidak perlu menghancurkannya dengan blender. Cukup potong kecil-kecil dan masukkan ke dalam puree agar roti tidak kehilangan teksturnya.

Namun roti juga bisa Anda berikan sebagai finger food. Berikan potongan kecil seukuran kepalan tangannya. Selama ia makan roti, awasi ia agar tidak tersedak.