Kumparan Logo

Mual Saat Menyusui, Apa Penyebabnya?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
menyusui - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
menyusui - POTRAIT Foto: Shutterstock

Menyusui memiliki segudang manfaat untuk kesehatan bayi maupun sang ibu. Namun, tak jarang dalam prakteknya, Anda menemukan beberapa tantangan saat menyusui si kecil. Salah satunya adalah rasa mual ketika sedang menyusui bayi. Apakah Anda juga mengalaminya?

Ya Moms, bagi beberapa ibu, menyusui ternyata bisa menyebabkan mual. Biasanya hal ini terjadi bisa karena perubahan gaya hidup dan perubahan hormon di tubuh Anda. Tapi, apa saja penyebab utama ibu merasakan mual saat menyusui, ya?

Ilustrasi ibu menyusui mual Foto: Shutterstock

7 Penyebab Mual Saat Menyusui

1. Oksitosin

Dilansir MomJunction, oksitosin adalah hormon yang memberi sinyal pada payudara ibu untuk mengeluarkan ASI, sehingga munculah let down reflex untuk mengeluarkan susu. Hormon ini kerap kali menjadi penyebab perubahan dalam tubuh ibu, salah satunya adalah mual.

2. Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menjadi penyebab ibu merasa mual ketika menyusui bayinya. Hal itu disebabkan Anda kekurangan cairan selama proses menyusui. Selain itu, perlu diketahui, ibu yang mengalami dehidrasi parah dapat mengurangi sekresi susu dan bahkan bisa membuat produksi ASI menurun lho, Moms.

3. Lapar

Rata-rata, ibu menyusui membutuhkan 400 hingga 500 kalori ekstra dalam sehari. Pola makan yang tidak mencukupi kebutuhan kalori ini bisa menyebabkan rasa lapar, sehingga perut kosong menyebabkan Anda merasa mual. Rasa lapar juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung, yang dapat menyebabkan mual juga.

4. Kelelahan

Ibu baru sering kali kurang tidur dan mengalami kelelahan karena mengurus bayi baru lahir. Kondisi ini dapat menambah pemicu lain yang membuat Anda merasa mual.

Ilustrasi ibu menyusui mual Foto: Shutterstock

5. Meningkatnya Permintaan Menyusu

Saat bayi tumbuh, kebutuhan mereka akan ASI meningkat terutama bila si kecil sedang mengalami growth spurt. Peningkatan produksi ASI tersebut dapat mengubah hormon, sehingga meningkatkan kemungkinan mual.

6. Depresi Pasca Melahirkan

Rasa mual mungkin terjadi ketika dokter Anda meresepkan antidepresan untuk mengatasi depresi usai melahirkan. Obat-obatan ini aman untuk bayi tetapi dapat menyebabkan mual sebagai efek sampingnya.

7. Kehamilan

Jika mual dan muntah berlanjut bahkan selama beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan, lakukan tes kehamilan. Sebab, mual bisa jadi tanda adanya kehamilan. Mual tanda kehamilan biasanya bisa lebih parah bila Anda sedang menyusui.

Ilustrasi ibu menyusui minum teh untuk meredakan mual. Foto: Shutterstock

Cara Mengatasi Rasa Mual yang Aman Saat Menyusui

Beberapa ibu mungkin berpikir untuk mengonsumsi obat selama menyusui untuk mengatasi rasa mual tersebut. Namun sebaiknya pikirkan lagi! Sebab obat-obatan akan mempengaruhi ASI dan bayi Anda, Moms. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mengatasi mual, Anda bisa mengatasinya dengan cara alami. Misalnya Anda bisa mengonsumsi teh peppermint atau teh jahe. Teh jahe bisa membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, jahe juga terbukti sebagai "galactagogue", yang artinya membantu meningkatkan produksi ASI. Yang paling terpenting adalah Anda harus cukup minum air putih ya, Moms. Namun bila rasa mual ini masih terus berlanjut, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.