Muncul Benjolan Kecil di Areola Ibu Menyusui, Bahaya Enggak Ya?

Payudara jadi salah satu bagian tubuh yang berubah setelah ibu hamil dan menyusui. Salah satu perubahan yang tampak signifikan adalah soal ukuran yang kian membesar. Ya Moms, perubahan ukuran ini terjadi karena jaringan susu di payudara terus memproduksi ASI setiap harinya.
Tak hanya soal ukuran, tekstur payudara pun terasa berbeda dari sebelumnya. Ibu mungkin merasakan tekstur kasar disertai benjolan kecil seperti jerawat di sekitar areola dan puting selama menyusui. Hal ini bisa menjadi kekhawatiran sendiri bagi ibu, terutama bila ini pertama kalinya memiliki anak.
Lantas, apa yang jadi penyebab kondisi tersebut?
Penyebab Munculnya Benjolan Kecil di Areola Ibu Menyusui
Puting yang lebih menonjol dengan benjolan kecil di sekitar areola merupakan perubahan yang normal pada payudara ibu menyusui. Mengutip Parents, benjolan kecil itu disebut tuberkel montgomery yang berfungsi untuk melumasi payudara ibu menyusui.
Tuberkel montgomery ini sejenis kelenjar sebasea (minyak) yang tampak seperti jerawat di permukaan areola. Fungsi utamanya adalah untuk menghasilkan sekresi yang melembabkan dan melindungi kulit payudara. Oleh karena itu, benjolan kecil tersebut sesekali akan mengeluarkan zat berminyak bening atau keruh dengan sifat anti bakteri untuk melindungi payudara dari infeksi.
Ya Moms, minyak yang dikeluarkan benjolan tersebut juga berperan penting saat Anda menyusui bayi. Minyak tersebut akan menjaga puting tetap lembab dan kenyal, sehingga proses menyusui bisa terasa lebih nyaman. Bahkan, minyak dari tuberkel montgomery juga mendorong pemberian ASI pada bayi.
Penelitian menunjukkan, bayi menyusu lebih semangat dan menelan lebih banyak ASI ketika tuberkel montgomery mengeluarkan lebih banyak cairan. Hal ini terjadi karena minyak tersebut mengandung senyawa penciuman (aroma) yang meningkatkan nafsu makan si kecil.
Dikutip dari Very Well Family, kelenjar tuberkel montgomery akan tampak di seluruh atau sebagian areola mengelilingi puting. Benjolan itu biasanya berwarna seperti daging merah, putih, atau kekuningan dengan diameter 1-2 milimeter. Terkadang, ukuran itu juga tampak lebih besar seperti berisi cairan, sehingga ibu mungkin tergoda untuk memecahkannya. Namun, memecahkannya justru akan menimbulkan infeksi payudara.
Tuberkel montgomery juga bisa muncul lebih banyak di satu payudara. Benjolan itu mungkin sangat terlihat menonjol atau hanya terasa tekstur kasarnya saja. Kemunculan tuberkel montgomery ini dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk suhu dan fluktuasi hormonal ibu setelah melahirkan.
