Muncul Melasma Tanda Hamil Bayi Laki-laki, Mitos atau Fakta?

27 Agustus 2022 18:34
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Melasma pada wajah ibu hamil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Melasma pada wajah ibu hamil. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ada banyak perubahan tubuh yang bisa terjadi saat hamil. Bahkan, kesehatan kulit ibu pun ikut terpengaruh oleh kondisi kehamilan, seperti wajah berjerawat, kusam, lebih berminyak, hingga kemunculan melasma atau bercak hitam di wajah.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, melasma sangat umum terjadi pada ibu hamil. Menurut American Academy of Dermatology, sekitar 50-70 persen wanita mengalami melasma selama kehamilan. Meski begitu, penyebab utama melasma saat hamil tidak diketahui secara pasti hingga saat ini.
Di sisi lain, ada pendapat yang mengatakan bahwa perubahan tubuh ibu hamil termasuk melasma bisa menjadi tanda tentang jenis kelamin bayi di dalam kandungan. Katanya, munculnya melasma merupakan tanda hamil bayi laki-laki. Benar enggak, ya?

Mitos atau Fakta Melasma Jadi Tanda Hamil Bayi Laki-laki?

Ilustrasi melasma pada wajah ibu hamil. Foto: Sorn340 Studio Images/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melasma pada wajah ibu hamil. Foto: Sorn340 Studio Images/Shuttterstock
Ternyata hal itu hanyalah mitos belaka, Moms. Mengutip Mom Junction, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan adanya keterkaitan antara kemunculan melasma dengan jenis kelamin bayi di dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
Perubahan kondisi wajah ibu hamil seperti tampak kusam, berjerawat, serta kemunculan melasma memang kerap dikaitkan dengan kehamilan bayi laki-laki. Faktanya, melasma merupakan kondisi sementara pada ibu hamil yang dipicu oleh perubahan hormon yang normal.
Melasma berkembang ketika peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan melanosit (pigmen) kulit menghasilkan warna ekstra selama kehamilan. Ibu hamil dengan kulit yang lebih gelap cenderung mengembangkan bintik hitam di wajahnya karena mereka memiliki melanosit yang lebih aktif, Moms.
Kondisi lain seperti paparan sinar matahari berlebih tanpa perlindungan tabir surya atau sunscreen juga bisa meningkatkan pelepasan melanin ke seluruh tubuh sehingga menimbulkan bercak kehitaman. Penelitian juga menunjukkan, riwayat genetik, kehamilan ganda, serta usia ibu di atas 30 tahun saat hamil lebih berisiko mengembangkan melasma.
Ilustrasi  bayi di dalam kandungan. Foto: yucelyilmaz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi di dalam kandungan. Foto: yucelyilmaz/Shutterstock
Sementara itu, jenis kelamin bayi sendiri sebenarnya sudah ditentukan sejak masa pembuahan, hanya saja tidak bisa langsung diketahui di awal kehamilan. Dikutip dari What to Expect, embrio dengan kromosom XY akan menjadi bayi laki-laki, sedangkan kromosom XX akan menjadi bayi perempuan. Ada 70 gen di kromosom seks yang bisa menentukan jenis kelamin bayi di dalam kandungan, Moms.
ADVERTISEMENT
Jadi, perlu dipahami bahwa untuk bisa mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan bukan dari gejala kehamilan termasuk kemunculan melasma. Tapi, ada beberapa metode medis yang dianggap cukup akurat untuk memprediksi jenis kelamin bayi seperti pemeriksaan USG, Non Invasive Prenatal Test (NIPT), serta tes DNA, Moms.
Di antara ketiga tes tersebut, USG menjadi metode yang paling umum dilakukan. Jenis kelamin bayi di dalam kandungan biasanya sudah bisa terlihat pada pemeriksaan USG di usia ke-18 hingga 20 minggu kehamilan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020