Kumparan Logo

Napas Bayi Baru Lahir Tak Teratur, Normal Enggak Sih?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Saat bayi baru lahir, mungkin ada banyak kekhawatiran yang menghampiri ibu. Misalnya ketika si kecil napasnya kelihatan cepat atau tak teratur. Namun kekhwatiran ini tidak perlu, Moms. Sebab seperti dilansir Healthline, hal tersebut normal terjadi pada bayi baru lahir.

Mengapa? Di awal kehidupannya, jalur napas bayi memang masih kecil dan menghalangi udara yang masuk. Lalu dinding dada lebih lentur karena masih terbuat dari tulang rawan. Selain itu, paru-paru mereka pun masih berkembang atau kemungkinan masih ada cairan ketuban di saluran pernapasannya.

Bayi baru lahir umumnya membutuhkan 30-60 kali tarikan napas per menit dan melambat menjadi 20 kali per menit saat tidur. Tapi lambat laun hal itu akan berkembang setelah anak berusia 6 bulan, yakni bernapas sekitar 25-40 kali tarikan napas per menit. Namun ada kalanya bayi bisa menarik napas dengan cepat kemudian berhenti 10 detik dan hal ini tetap normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Lantas kapan harus khawatir? Bila bayi Anda mengalami 8 hal berikut ini:

1.Terdengar Suara Siulan

Coba dekatkan telinga Anda ke hidung si kecil, apakah Anda mendengar suara siulan. Bila iya, ini mungkin merupakan penyumbatan di lubang hidung yang hilang ketika disedot. Tanyakan pada dokter anak tentang cara mengeluarkan lendir dengan benar dan efektif pada bayi.

2.Serak Saat Menangis

Bila si kecil menangis terus-menerus kemudian disertai batuk dan suaranya serak, kemungkinan ada penyumbatan pada tenggorokannya. Hal itu mungkin disebabkan oleh lendir atau peradangan kotak suara seperti croup. Kondisi ini akan bertambah buruk pada malam hari.

3.Bayi Batuk Terus

Bila bayi baru lahir batuk terus-menerus, mungkin ada penyumbatan pada bronkus besar. Tapi Anda hanya bisa mengetahuinya setelah dokter memeriksakan dengan stetoskop untuk mengonfirmasi kondisi tersebut.

bayi baru lahir Foto: Shutterstock

4.Bayi Alami Mengi

Bunyik 'ngik' atau mengi bisa jadi tanda adanya penyumbatan atau penyempitan saluran udara bagian bawah. Penyumbatan ini mungkin disebabkan anak mengalami asma, pneumonia, dan respiratory syncytial virus.

5.Napas Bayi Sangat Cepat

Napas cepat pada bayi baru lahir memang normal terjadi, tapi bila sangat cepat dan tidak ada jeda untuk berhenti, kemungkinan ia mengalami gangguan pernapasan. Ini bisa berarti ada cairan di saluran udara akibat infeksi seperti pneumonia. Pernapasan cepat juga bisa disebabkan oleh demam atau infeksi lain, Moms.

6.Bayi Mendengkur

Bayi yang mendengkur bisa terjadi karena adanya lendir di lubang hidung. Dalam kasus yang jarang terjadi, mendengkur bisa menjadi tanda masalah kronis seperti sleep apnea pada bayi.

Bayi baru lahir Foto: Pixabay

7. Stidor

Stridor adalah suara konstan dan bernada tinggi yang menunjukkan adanya sumbatan jalan napas. Kadang-kadang bisa disebabkan oleh laryngomalacia, yakni kondisi di mana adanya kelainan pada jaringan atas pita suara sehingga menimbulkan suara bising saat tidur terutama jika ia tidur terlentang.

8.Bayi Mendengus

Bila suara bayi Anda bernada rendah saat napas, biasanya menandakan masalah dengan satu atau kedua paru-paru. Ini juga bisa menjadi tanda infeksi parah. Anda harus segera mengunjungi dokter jika bayi Anda sakit dan mendengus saat bernapas.

Nah, segeralah bawa anak ke dokter bila Anda menemukan gejala-gejala seperti di atas ya, Moms. Karena bisa saja bayi baru lahir dalam kondisi darurat.