Normalkah Balita Lebih Dekat Dengan Ayah?
·waktu baca 3 menit

Saat melihat anak balita Anda lebih dekat dengan ayah saja, mungkin ibu jadi penasaran, kenapa ya bisa begitu? Meski begitu, balita memiliki kedekatan dengan salah satu orang tua bukanlah sesuatu yang aneh.
Saat usianya semakin bertambah, balita bisa memiliki preferensi tentang orang tua favoritnya.
Mengapa Balita Terkadang Menunjukkan Preferensi untuk Satu Orang Tua?
Ada banyak alasan mengapa balita menunjukkan preferensi yang kuat ke satu orang. Kadang hal itu berhubungan dengan kedekatan, hingga rutinitas atau interaksi yang dilakukan sehari-hari. Selain itu, preferensi si kecil juga muncul karena berbagai pengalaman yang dialaminya.
Kendati demikian, pilihan anak terhadap salah satu orang tua ini sebenarnya tidak akan bertahan lama. Pun juga tidak berhubungan dengan masa depan si kecil.
Lantas apa yang bisa dilakukan ibu saat anak lebih dekat dengan ayahnya??
Sebagian besar balita secara alami lebih memilih orang tua yang menjadi pengasuh utama mereka. Orang tua akan dilihat sebagai sosok yang mereka andalkan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar dan esensial mereka.
Hal itu bisa terjadi sejak bayi, namun setidaknya saat usianya sudah enam bulan, ia bisa memiliki kecenderungan untuk memilih salah satu orang tuanya. Mengapa? Pilihan ini muncul karena balita merasa salah satu orang tua lebih banyak melakukan pengasuhan setiap harinya.
Salah satu kelemahan utama dari favoritisme pengasuh utama ini adalah orang tua jadi berpotensi kelelahan. Jika tugas mengasuh terus dilakukan pada salah satu orang tua saja, bahkan jika istri atau pengasuh lain tersedia, bisa jadi si kecil tetap memilih sosok yang disukainya.
Lantas bagaimana sebaiknya? Cobalah beberapa ide berikut:
- Buat jadwal untuk memutuskan siapa yang akan bermain dan beraktivitas lain bersama anak.
- Bergantian menidurkan si kecil, agar anak terbiasa dengan siapa saja terutama ibunya.
- Jaga komunikasi terbuka tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak ke pasangan.
Ada kalanya, balita memilih orang tua yang jarang mereka temui. Belum banyak penelitian tentang ini, namun beberapa riset menunjukkan bahwa meski anak memilih salah satu orang tua, mereka akan tetap membutuhkan peran ibu saat terluka, lapar, atau takut.
Artinya, para ibu tak perlu khawatir si kecil akan memilih suami Anda secara terus menerus. Sebab, mereka juga masih akan mencari ibunya untuk hal-hal tertentu.
Pada akhirnya, ada juga banyak manfaat bagi masa depan anak tentang hal-hal yang disukainya. Misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa balita yang membentuk keterikatan yang kuat dengan orang tuanya dalam dua tahun pertama kehidupan, maka ia akan memiliki kesehatan mental yang lebih baik saat mereka tumbuh dewasa.
Jadi, bisa dikatakan anak bisa tumbuh menjadi sosok yang lebih tanggung secara mental dan emosional, mandiri, dan bahagia, daripada mereka yang tidak memiliki ikatan kuat dengan orang tuanya.
