Kumparan Logo

Nutritionist Ungkap Tak Semua Produk Susu di Pasaran Merupakan Susu Murni

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu membeli susu anak. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu membeli susu anak. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Memilih susu untuk anak ternyata tidak cukup hanya melihat rasa atau kemasan yang menarik. Di pasaran, banyak produk yang terlihat seperti susu murni, padahal sudah melalui berbagai proses tambahan seperti campuran gula, air, hingga perisa. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih teliti sebelum memilih susu untuk keluarga.

Nutritionist, Vrischika Chabella mengatakan, banyak produk susu yang dijual saat ini sebenarnya lebih tepat disebut minuman susu. Sebab, produk tersebut telah ditambahkan berbagai bahan lain yang membuat kandungannya berbeda dari susu murni.

“Semua susu itu sama-sama gitu. Banyak susu yang dijual di pasaran, itu sebenarnya jatuhnya lebih minuman susu, karena sudah ditambahin air, gula,” ujarnya dalam acara peluncuran kembali Hometown Artisan Dairy, di Serpong pada Rabu (6/5).

Ilustrasi susu untuk anak. Foto: BearFotos/Shutterstock

Kualitas Susu Berasal dari Sumbernya

Menurut Vrischika, kualitas susu tidak hanya dilihat dari kandungan yang tertulis di kemasan. Proses produksi hingga kondisi sapi penghasil susu juga sangat menentukan nilai gizinya.

Ia menjelaskan, sapi yang sehat dan tidak stres dapat menghasilkan susu dengan kandungan nutrisi yang lebih baik. Bahkan, susu dari sapi yang sehat disebut memiliki kandungan omega-3 serta vitamin A dan E lebih tinggi.

“Semakin padat gizi juga si kandungan nutrisi di dalam susu itu,” tegasnya.

com-Ilustrasi susu. Foto: Shutterstock

Kandungan omega-3 tersebut dinilai penting untuk membantu perkembangan otak anak. Sehingga, ia tetap menyarankan anak di atas usia satu tahun untuk rutin mengonsumsi susu sebagai bagian dari asupan nutrisi harian.

Selain itu, Vrischika juga mengingatkan para ibu agar lebih cermat membaca komposisi produk sebelum membeli. Menurutnya, tampilan kemasan belum tentu menggambarkan kualitas sebenarnya dari produk susu tersebut.

kumparan post embed