Nyeri Tulang Rusuk saat Hamil, Bahaya Enggak Ya?
ยทwaktu baca 2 menit

Ada berbagai perubahan yang umum terjadi pada ibu hamil. Mulai dari perubahan fisik hingga emosional. Ya Moms, sebagian besar hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan hormon kehamilan.
Salah satu perubahan fisik yang bisa terjadi adalah nyeri dan ketidaknyamanan di bagian tulang rusuk. Ini adalah kondisi yang umum terjadi saat hamil sehingga dokter biasanya tidak memberikan obat atau perawatan khusus untuk mengurangi rasa sakit. Rasa sakit dan tidak nyaman itu pun akan hilang dengan sendirinya saat mendekati waktu persalinan atau setelah melahirkan. Tapi, bahaya enggak, ya?
Yuk, cari tahu beberapa penyebabnya di sini, Moms!
Penyebab Tulang Rusuk Sakit saat Hamil
Pertumbuhan Rahim dan Janin
Berkembangnya rahim karena terjadi pertumbuhan janin mengambil lebih banyak ruang di dalam rahim. Hal ini mengakibatkan semua organ tubuh terdorong sampai ke arah tulang rusuk sehingga menimbulkan tekanan pada otot dan rasa nyeri di tulang rusuk ibu hamil.
Gerakan Bayi dan Posisi Intrauterin
Mengutip Mom Junction, posisi dan gerakan bayi di dalam rahim dapat memberikan tekanan konstan pada tulang rusuk, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan terkadang nyeri. Frekuensi gerakan cenderung meningkat setiap hari, semakin keras, dan kuat. Selain itu, posisi janin yang sungsang akan memberikan tekanan tambahan pada tulang rusuk sehingga menyebabkan rasa sakit.
Payudara Membesar
Membesarnya payudara tidak hanya mengubah postur tubuh ibu hamil, tetapi juga menarik bahu ibu hamil sedikit ke bawah. Akibatnya, tubuh ibu hamil akan merasakan nyeri pada tulang rusuk dan punggung.
Infeksi Saluran Kemih saat Hamil
Nyeri tulang rusuk adalah salah satu efek samping dari infeksi saluran kemih. Namun, biasanya nyeri ini muncul ketika infeksi telah menyebar ke ginjal. Selain nyeri tulang rusuk, infeksi saluran kemih yang menyebar ke ginjal bisa menimbulkan sensasi terbakar dan peningkatan frekuensi buang air kecil.
Perubahan Hormon
Hormon relaksin dan progesteron mempengaruhi semua otot, ligamen, dan persendian di daerah panggul dan tulang belakang. Oleh karena itu, hal ini menyebabkan nyeri pada tulang rusuk dan punggung akibat mengendurnya otot dan ligamen yang menopang tubuh.
