Obat Alergi yang Bagus untuk Bayi ASI
ยทwaktu baca 2 menit

Bayi ruam kulit, bentol-bentol, muntah, diare, hingga pilek setelah menyusu? Bisa jadi si kecil mengalami alergi. Ya Moms, bayi ASI biasanya alergi karena makanan yang ibu konsumsi, sebab protein dari makanan dapat muncul dalam ASI dalam waktu 3-6 jam setelah ibu memakannya.
Bahan makanan pemicu alergi bisa beragam. Tapi yang paling sering adalah protein susu sapi. Lantas, apa obat alergi yang bagus untuk bayi ASI?
Salah Kaprah soal Obat Alergi untuk Bayi ASI
Sebenarnya, tidak ada obat yang bisa mengatasi alergi pada bayi ASI. Sebab yang harus segera dilakukan adalah menghindari pemicunya.
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyarankan ibu berhenti mengkonsumsi semua produk yang mengandung pemicu alergi seperti susu sapi selama 7-10 hari, dan lihat responsnya pada bayi. Jika tidak ada perubahan, maka konsumsi kembali susu sapi, karena berarti bukan itu penyebabnya.
Perlu diketahui Moms, selain susu sapi, bahan makanan lain yang dapat menyebabkan alergi adalah telur, tepung terigu, kacang-kacangan, jagung, makanan laut, buah-buahan yang mengandung sitrus, hingga tomat.
Sampai Kapan Ibu Harus Menghindari Makanan Pemicu Alergi?
Biasanya seiring bertambahnya usia bayi, mereka akan lebih tahan terhadap makanan yang menyebabkan alergi. Apalagi menyusui bayi secara eksklusif selama enam bulan pertama dapat menurunkan risiko alergi.
Sebab ASI mengandung sel antibodi sIgA dalam jumlah tinggi, antibodi jenis inilah yang berperan melapisi permukaan usus bayi, sehingga menjadi lebih rapat dan tidak mudah ditembus protein asing.
Menurut organisasi nirlaba yang menyelenggarakan advokasi, pendidikan, dan pelatihan terkait menyusui di 89 negara -- La Leche League International (LLLI), banyak ibu yang mencoba memberikan makanan pemicu alergi atau mengkonsumsi kembali makanan pemicu alergi saat bayi mulai MPASI di usia 6 bulan atau saat disapih di usia 2 tahun.
Namun karena alergi merupakan penyakit yang kompleks, sehingga diperlukan konsultasi dengan dokter untuk membantu menentukan pola makan yang tepat, Moms. Jangan sampai karena berpantang dari semua jenis makanan yang diduga pemicu, ibu akhirnya cuma makan nasi putih saja sehingga asupan gizi tidak seimbang.
