Kumparan Logo

Orang Tua Bercerai, Apa Dampaknya untuk Anak?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan suami dan istri yang bercerai. Foto: Dragon Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan suami dan istri yang bercerai. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Kasus perceraian di kalangan publik figur sedang marak. Apapun alasannya, perceraian tidak hanya memberikan dampak pada pasangan suami istri, melainkan anak-anak mereka juga ikut terkena imbasnya.

Perceraian bisa menjadi pengalaman traumatis yang kemungkinan besar akan diingat anak seumur hidupnya. Itu lah kenapa perlu dilakukan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk berpisah.

Lantas, apa dampak yang bisa dialami anak jika orang tuanya bercerai?

Kata Psikolog soal Dampak Perceraian Orang Tua pada Anak

Ilustrasi anak dengan orang tua bercerai. Foto: Hananeko_Studio/Shutterstock

Setelah terjadinya perceraian, tentu saja akan ada banyak perubahan yang signifikan di dalam kehidupan keluarga. Menurut psikolog anak, Kanti S. Pernama, perubahan besar yang dirasakan anak-anak dapat menimbulkan perasaan tidak aman dan kecemasan yang perlu diwaspadai orang tua.

“Anak merasa kehilangan kontrol, serta tidak bisa memprediksi hidupnya. Hal ini bisa menimbulkan masalah juga pada perilaku dan akademis anak,” ungkap Kanti saat dihubungi kumparanMOM pada Selasa (27/6).

Selain itu, anak-anak juga bisa mengalami penurunan pada konsep dirinya. Biasanya, ini terjadi ketika perceraian kedua orang tuanya tidak berjalan secara baik-baik dan diketahui berbagai pihak. Adanya perbedaan antara keluarganya dan keluarga dari teman-temannya pasca perceraian juga bisa membuat anak berkecil hati.

Meski begitu, ada beberapa hal yang sebenarnya bisa dilakukan orang tua untuk meminimalisir dampak buruk tersebut lho. Misalnya saja dengan sepakat untuk melakukan coparenting bersama dan kompak dan tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing.

“Hindari menyalahkan atau menjelekkan satu sama lain (di depan anak), menjaga perubahan pada rutinitas anak seminimal mungkin, menjaga positif disiplin yang konsisten antar kedua orang tua, dan menjaga hubungan baik sebagai orang tua,” lanjut Kanti.

Cara Menyampaikan soal Perceraian pada Anak

Ilustrasi anak dengan orang tua bercerai. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Menyampaikan kabar perceraian pada anak bukanlah tugas mudah bagi orang tua. Namun anak-anak adalah bagian penting di dalam keluarga, sehingga mereka juga berhak mengetahui apa saja yang terjadi pada orang tuanya. Tapi, memang penting untuk memperhatikan banyak hal sebelum menyampaikannya pada si kecil.

Buat Kesepakatan

Sebaiknya kedua orang tua hadir bersama dan menyampaikan informasi soal perceraian sesuai dengan yang sudah disepakati. Hal ini membantu memberikan rasa aman pada anak, karena melihat orang tuanya masih kompak dan satu suara.

Pertimbangkan Usia

Misalnya, tidak memberikan penjelasan yang rumit atau terlalu detail soal konflik orang tua pada anak usia balita hingga sekolah dasar. Pembahasan soal perceraian dapat ditambahkan dengan memberikan afirmasi bahwa hal ini terjadi bukan karena mereka.

kumparan post embed

Beri Tahu soal Perubahan

Orang tua yang akan tinggal di rumah berbeda, namun membuat keluarga ini punya 2 rumah di mana anak-anak bisa berpindah atau berkunjung sesuka hatinya.

Ada yang Tidak Berubah

Yakinkan anak bahwa kedua orang tuanya akan selalu menyayanginya dan selalu ada setiap kali si kecil membutuhkan. Beri tahu juga bahwa mereka tetap bisa melakukan rutinitas bersama seperti dulu, misalnya belanja peralatan sekolah, mengantar les, hingga pergi berlibur jika memungkinkan.