Orang Tua Suka Berbohong pada Anak, Apa Dampaknya?
ยทwaktu baca 2 menit

Sadar atau tidak, beberapa orang tua mungkin kerap mengatakan kebohongan kepada anak agar si kecil disiplin atau mau mengikuti aturan. Misalnya, mengatakan akan melaporkan anak ke polisi jika nakal atau mengatakan akan membelikan mainan jika ia menghabiskan makanannya--padahal nyatanya tidak dibelikan.
Ya Moms, kebohongan yang mungkin dilakukan agar si kecil mau mengikuti aturan ini, ternyata dapat memberikan dampak negatif pada anak. Penelitian yang dikutip dari Family Education, menemukan bahwa para peserta penelitian yang sering dibohongi saat masih anak-anak, cenderung suka berbohong kepada orang tua mereka saat dewasa.
Mereka juga lebih sulit menghadapi tantangan psikologis dan sosial, serta tumbuh menjadi lebih egois dan sering mengalami rasa bersalah dan malu. Selain itu, ternyata masih ada beberapa dampak lain yang bisa dirasakan anak bila orang tua suka berbohong. Apa saja?
Yang Terjadi pada Anak Jika Orang Tua Suka Berbohong
Jika Anda mengatakan kebohongan kepada anak, padahal dia mengetahui kebenarannya, maka si kecil pada akhirnya akan meragukan dirinya sendiri, Moms. Sebab, anak-anak pada dasarnya akan belajar untuk mempercayai perasaannya.
Anak juga belajar bahwa dia sendiri lah sumber informasi yang dapat diandalkan. Jadi ketika anak dibohongi, maka ia pun akan ragu pada dirinya sendiri, dan tidak akan mempercayai dunia luar.
Padahal, menurut Psikolog Klinis Anak, Kate Roberts Ph.D., dalam tulisannya di Psychology Today, mampu mempercayai diri sendiri adalah pondasi penting agar anak memiliki kepribadian yang sehat.
Menurut penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT), anak-anak pada dasarnya juga tidak mudah dibohongi, dan mereka akan tahu jika orang tuanya sedang berbohong. Sehingga akhirnya, anak tidak akan percaya pada orang tuanya.
Anak juga tahu ketika orang tuanya sedang menyembunyikan sesuatu. Jadi, lebih baik jangan berbohong kepada anak, Moms. Anda harus paham bahwa berbohong bukan hal yang baik, dan berbohong hanya membuat anak tidak akan percaya pada orang tuanya.
Sehingga, bagaimana cara terbaik mendisiplinkan anak tanpa perlu membohonginya? Cobalah untuk memvalidasi perasaan anak, dan memberikan informasi yang tepat, sehingga anak tahu apa yang memang perlu ia lakukan. Kemudian, tawarkan pilihan kepada anak dan ajak si kecil untuk memecahkan masalah bersama-sama.
