Kumparan Logo

Oseltamivir Tak Boleh Sembarangan Diberikan untuk Influenza, Ini Penjelasan IDAI

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Oseltamivir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Oseltamivir. Foto: Shutterstock

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan soal ketersediaan obat untuk influenza A, terkait adanya keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan obat flu.

Saat ditanya mengenai kondisi tersebut, Menkes mengatakan obat flu tidak selalu perlu diberikan kepada setiap orang. Menurutnya, sistem imun tubuh pada dasarnya perlu dijaga agar dapat menangani infeksi.

"Obat flu, flu itu sebenarnya kalau tanya dokter-dokter ya, itu harusnya dijaga agar imun sistem kita ngatasin itu sendiri," kata Menkes.⁠

Ilustrasi Anak Minum Obat. Foto: Tom Wang/Shutterstock

Selain itu, Menkes juga menjelaskan mengenai oseltamivir yang merupakan obat antivirus untuk influenza. Menurutnya, obat tersebut tersedia di rumah sakit, tetapi pemberiannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena berisiko menyebabkan resistansi.

"Obat yang ada, Oseltamivir, kita ada di rumah sakit-rumah sakit. Cuma obat ini ahli juga nyampein, nggak bisa terlalu sembarangan diberikan karena dia bisa ngakibatin resistensi,” ucapnya.

Oseltamivir Perlu Diberikan Secara Bijak

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), membenarkan bahwa penggunaan oseltamivir perlu dilakukan secara bijaksana.

Ilustrasi Oseltamivir. Foto: Shutterstock

"Secara umum, tidak hanya oseltamivir, pemberian antimikroba perlu secara bijaksana untuk menghindari risiko resistansi dan efek samping obat," jelas Prof. Anggraini kepada kumparanMOM, Selasa (29/9).

Ia menjelaskan, obat antivirus golongan neuraminidase inhibitor seperti oseltamivir efektif bila diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala influenza muncul.

Namun, bukan berarti semua orang yang mengalami influenza membutuhkan obat tersebut.

Siapa yang Membutuhkan Oseltamivir?

Oseltamivir dapat diberikan pada pasien influenza dalam kelompok tertentu, terutama anak usia di bawah 2 tahun, lansia, ibu hamil, pasien dengan penyakit penyerta (komorbid), serta pasien yang mengalami influenza dengan komplikasi, seperti pneumonia.

Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock

Sementara itu, anak dan orang dewasa yang sehat, tanpa komplikasi, dengan gejala ringan yang tidak membutuhkan rawat inap, tidak perlu mendapatkan oseltamivir.

Selain pengobatan, Prof. Anggraini juga mengingatkan pentingnya pencegahan influenza melalui vaksinasi tahunan dan penerapan protokol kesehatan.

Dengan begitu, penggunaan oseltamivir sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis, bukan diberikan secara sembarangan ya, Moms.

kumparan post embed