Pakai ASI dan Bahan Alami saat Kulit Bayi Bermasalah, Aman Enggak Sih?
ยทwaktu baca 3 menit

Kulit bayi yang masih sangat sensitif membuatnya lebih rentan mengalami berbagai permasalahan. Sebut saja, ruam, eksim, biang keringat, hingga iritasi dan akhirnya membuat bayi tidak nyaman dengan tubuhnya.
Saat melihat si kecil tidak nyaman, Anda mungkin jadi ikut khawatir, ya. Dan karena tidak ada obat di rumah, akhirnya menggunakan bahan-bahan alami atau bahkan menggunakan ASI untuk membantu meredakan kemerahan atau biang keringat di kulitnya. Tetapi, sebenarnya ini aman enggak sih diberikan ke bayi?
Aman atau Tidaknya Gunakan Bahan Alami dan ASI untuk Atasi Masalah Kulit Bayi
Ya Moms, mungkin Anda sering mendengar bahwa bahan-bahan alami sangat baik untuk merawat kulit bayi. Seperti misalnya, minyak kelapa atau minyak zaitun, atau juga lidah buaya. Ada juga yang menyebut, pakai ASI dioleskan ke kulit juga bisa dilakukan.
"ASI secara penelitian memang ada khasiatnya. Tapi seperti yang kadang-kadang terjadi, sebagai awam namanya juga ibu-ibu suka susah membedakan ruam A dan ruam B. Enggak bisa disamaratakan, kalau ruam karena jamur ya harus ke dokter dan diobati dengan obat-obatan jamur, bukan ASI. Takutnya malah jadi lembap dan jamurnya lebih banyak," ungkap dermatologist dr. Arini Widodo, SpKK, dalam acara peluncuran Sweety Amazing Baby Star 2023 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bagaimana dengan bahan-bahan alami? Nah Moms, Dokter Arini menegaskan pada dasarnya yang alami bukan berarti lebih aman. Apalagi banyak yang masih percaya, misalnya menggunakan bawang merah dan bawang putih untuk menghangatkan tubuh bayi. Sebenarnya, itu cuma mitos saja. Bahkan, dikhawatirkan bisa mengiritasi kulit bayi.
"Kadang-kadang efek yang diinginkan anak ingin badannya hangat, padahal cuma di situ aja. Dikasih oles bawang ke kulitnya, memang panasnya sampai dalam? kan enggak. Cuma di atasnya di kulit, enggak sampe organ perut. Itu yang mungkin mesti diklarifikasi karena efek hangat bukan menghangatkan kulitnya, tapi di kulitnya saja. Tergantung umurnya juga kan, sensitivitas tentunya bisa bikin kulit iritasi dan bermasalah," tegas dia.
Dokter Arini memberi contoh lain. Misalnya, bayi mengalami biang keringat di leher, punggung, atau dadanya, yang biasa banyak keluar keringat. Kalau sudah begitu, orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir dan tak perlu diobati dengan apa-apa lho, Moms! Anda cukup menjaga kulit tetap kering dan menghilangkan kelembapan yang berlebihan. Jadi, tidak perlu pakai obat atau bahan-bahan alami, biang keringat bayi akan sembuh sendiri.
Pilih Produk Bayi yang Aman dan Terpercaya
Mengatasi kulit bayi yang bermasalah juga tetap enggak boleh sembarangan ya, Moms! Bila ingin menggunakan produk-produk skincare, misalnya, tetap harus memastikan bahan yang digunakan telah disetujui oleh BPOM.
Selain itu, perhatian juga bahan skincare sesuai dengan umur anak. Ada beberapa produk yang menggunakan bahan dan tidak boleh digunakan untuk umur tertentu.
"Bahkan skincare enggak semua boleh digunakan untuk newborn. Misal di atas 1 tahun, 3 tahun. Ada nih ingredients yang enggak boleh di bawah 3 bulan. Misalnya paraben dipakai di area popok enggak boleh usia anak di bawah 3 bulan. Untuk ingredients tertentu ada syarat-syarat tertentu. Apalagi mencari ingredients yang boleh newborn susah, apalagi jamuan-jamuan enggak dites," jelas dokter yang praktik di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, itu.
Sebab, bila dipaksakan untuk dipakaikan ke bayi, dikhawatirkan bahan yang belum aman sesuai usianya itu bisa menyerap ke dalam kulit, lalu masuk ke pembuluh darahnya.
"Bisa menyebabkan penyerapan secara sistemik ke bayi. Itu juga bahaya ke bayi. Dan yang namanya bahan oles ke bayi, apalagi yang seluruh badan penyerapannya lebih tinggi, karena luas permukaan kulit bayi lebih besar dari orang dewasa, kan," pungkasnya.
