Pakar: Kurang Bermain Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak!

11 Juli 2024 17:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Bermain. Foto: alexkoral/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Bermain. Foto: alexkoral/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Isu kesehatan mental menjadi topik hangat di kalangan generasi muda saat ini. Bahkan pakar menyebut, masalah kesehatan mental pada anak berhubungan dengan waktu bermain anak lho, Moms.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Psychology Today, menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pediatrics, kesehatan mental anak dan waktu bermain memiliki keterkaitan. Para peneliti mengungkap, kebebasan anak dan seberapa sering anak bermain akan berkaitan dengan masalah ini.

Dampak Anak Kurang Bermain Mandiri

Para peneliti menyebut, peningkatan kecemasan dan depresi anak-anak juga disebabkan oleh penurunan waktu bermain mandiri.
Disebutkan juga, bahwa selama setengah abad terakhir, persentase anak-anak yang memenuhi kriteria klinis untuk gangguan kecemasan atau depresi di Amerika, telah meningkat 5-8 kali lipat.
Ilustrasi anak bermain di taman bermain. Foto: SweetLeMontea/Shutterstock
Bahkan, angka bunuh diri juga meningkat di kalangan anak muda, dengan peningkatan 3,5 kali lipat antara tahun 1950 dan 2005 dan peningkatan 2,4 kali lipat lagi hanya antara tahun 2005 dan 2020.
ADVERTISEMENT
Artinya, anak-anak lebih cemas dan tertekan daripada sebelumnya. Namun, apakah krisis kesehatan mental ini terjadi karena anak-anak kurang bermain sendiri?

Hubungan Antara Kesehatan Mental dengan Waktu Bermain Anak

Saat ini para orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka bermain di luar jauh lebih sedikit daripada generasi sebelumnya. Kemudian, mereka cenderung tidak berjalan kaki ke sekolah bersama teman-teman mereka dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ilustrasi anak main. Foto: Shutter Stock
Antara tahun 1981 hingga 1997, waktu bermain pun turun sekitar 25 persen. Serta survei yang lebih baru terhadap hampir 9.000 keluarga dengan anak-anak usia prasekolah di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar setengahnya, mengaku kurang bermain di luar.
Hal ini terjadi karena sejumlah alasan. Anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan di sekolah dan tempat penitipan anak. Hal ini membuat waktu istirahat berkurang.
ADVERTISEMENT
Faktanya, dalam sebuah survei sekolah-sekolah di AS menunjukkan bahwa hanya 40 persen sekolah yang memiliki kebijakan khusus untuk bermain di luar ruangan. Di sisi lain, saat ini banyak anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar dan mereka lebih suka permainan elektronik daripada bermain di luar.
Ilustrasi anak bermain. Foto: MIA Studio/Shutterstock
Moms, para peneliti juga menyebut, masalah kesehatan mental anak juga muncul imbas orang tua yang terlalu banyak bekerja. Sehingga, para orang tua lebih nyaman bila anak-anaknya bermain di rumah karena masih dalam pemantauan.
Meski waktu bermain berkorelasi dengan kesehatan mental, bukan berarti hal ini menjadi satu-satunya penyebab masalah mental pada anak.
Salah satu prediktor terbesar masalah kesehatan mental pada anak-anak adalah masalah kesehatan mental pada orang tua. Jadi, kemungkinan besar kesehatan mental orang tua mempengaruhi anak-anaknya.
ADVERTISEMENT