Panduan untuk Orang Tua agar Anak Aman saat Main TikTok
ยทwaktu baca 3 menit

TikTok menjadi salah satu aplikasi yang kini digandrungi oleh remaja, orang dewasa, bahkan anak-anak. Ya, TikTok sendiri adalah aplikasi media sosial gratis yang memungkinkan penggunanya menonton, membuat konten, dan berbagi video, Moms.
Meskipun sempat menimbulkan pro dan kontra, namun bila digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab, aplikasi ini dapat menjadi media yang menyenangkan dan mengasah kreatif untuk anak. Meski begitu, kita tetap harus selalu memantau anak saat menggunakan aplikasi tersebut untuk menjaga keamanannya.
Nah Moms, sebagai panduan keamanan, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan bila anak suka bermain TikTok, Moms.
Beberapa Panduan untuk Orang Tua agar Anak Aman Bermain TikTok
1. Tetapkan batas usia
TikTok adalah aplikasi yang hanya bisa digunakan oleh anak berusia 13 tahun ke atas. TikTok sendiri sebenarnya tidak merekomendasikan untuk digunakan oleh anak-anak di bawah 16 tahun, Moms. Sehingga, untuk akun anak-anak berusia 13-15 tahun, tidak akan menerima notifikasi setelah jam 9 malam.
Mengutip Parents, anak yang berusia 16 tahun ke bawah juga tidak memiliki akses ke pesan langsung. Lalu, ketika anak akan mempublikasikan video pertamanya, maka akan mendapatkan pesan pop-up yang membantu anak memahami opsi privasi. Jadi, tidak akan dapat mempublikasikan video tanpa memilih siapa yang diizinkan untuk melihatnya.
2. Jadikan akun anak 'private'
Anak mungkin ingin videonya viral dan dilihat oleh banyak orang. Tetapi, mimpi itu lebih baik ditunda setidaknya hingga anak berusia 18 tahun. Sehingga, Anda bisa membuat akun TikTok 'private', jadi video yang diunggah anak hanya bisa dilihat oleh pengikutnya saja.
3. Pantau pengikut anak
Jika akun TikTok diatur menjadi 'private' atau 'pribadi', maka tidak semua orang bisa menjadi pengikut karena dapat ditolak. Ini penting untuk memastikan bahwa akun TikTok anak hanya diikuti oleh orang-orang yang dikenal di kehidupan nyata, bukan hanya orang yang dikenal secara online.
4. Batasi informasi profil
Meskipun akun anak bersifat pribadi, namun semua pengguna TikTok masih dapat melihat informasi profil. Jadi, pastikan akun anak tidak menggunakan nama asli, dan jangan mencantumkan kota tempat tinggal atau sekolah anak. Intinya jangan memberikan informasi yang membuat anak dapat dikenali dan dilacak orang asing.
5. Aktifkan Restricted Mode
Dikutip dari Security Nerd, untuk membantu menyaring konten dewasa, Anda dapat mengaktifkan Restricted Mode di TikTok. Ini akan membuat konten-konten dewasa atau vulgar tidak masuk ke beranda TikTok anak.
6. Kontrol komentar
Komentar bisa jadi pemicu masalah, walaupun pengikut TikTok anak hanya orang-orang yang dikenalnya saja. Lebih baik, menonaktifkan komentar dari pengikut tertentu atau dari semua pengikut. Anda juga dapat memilih kata-kata tertentu, sehingga komentar apapun yang berisi kata-kata tersebut akan diblokir.
7. Batasi interaksi
Selain komentar, Anda juga dapat memilih siapa yang dapat berduet dengan anak, menanggapi postingan si kecil, dan mengirimkan pesan. Ini dapat dilakukan pada semua postingan atau hanya dalam postingan tertentu saja.
8. Tetapkan batas waktu
TikTok memiliki pengaturan untuk menetapkan batasan waktu agar anak tidak terlalu lama memainkan aplikasinya. Dalam pengaturannya, anda dapat memilih batas waktu tertentu.
