Kumparan Logo

Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemeriksaan gigi anak 3 tahun. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan gigi anak 3 tahun. Foto: Shutterstock

Orang tua perlu memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik sesuai usianya. Oleh sebab itu, tak ada salahnya bila si kecil melakukan pemeriksaan rutin.

Ya Moms, bila anak sudah berusia 3 tahun, misalnya. Umumnya, tumbuh kembang si kecil sudah cukup pesat. Mulai dari pertumbuhan tinggi dan berat badan, hingga perkembangan kognitif dan psikis anak.

Ilustrasi tinggi badan anak. Foto: Shutterstock

Jenis pemeriksaan yang dilakukan pun berbeda dengan orang dewasa seperti tinggi badan, fisik, dan kemampuan kognitif anak. Apalagi saat anak sudah berusia 3 tahun. Ya Moms, umumnya anak berusia 3 tahun sudah mengalami beberapa perkembangan pesat, mulai dari perkembangan fisik hingga kemampuan kognitif dan psikis anak.

Nah Moms, dikutip dari Parenting First Cry, berikut beberapa pemeriksaan tumbuh kembang yang umumnya direkomendasikan untuk anak usia 3 tahun.

Apa Saja Pemeriksaan Tumbuh Kembang untuk Anak 3 Tahun?

Pemeriksaan berat dan tinggi badan

Pemeriksaan berat dan tinggi badan akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui dan memastikan anak tumbuh dengan baik dan normal sesuai usianya.

Ilustrasi berat badan anak Foto: Shutterstock

Pemeriksaan tanda vital

Pemeriksaan tanda vital pada anak meliputi tekanan darah, suhu, detak jantung, dan kadar oksigen dalam tubuh.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui dan memastikan anak tidak mengalami cacat fisik atau masalah kesehatan tertentu. Pemeriksaan ini meliputi mata, telinga, gigi, dan beberapa organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan keterampilan motorik halus anak.

Ilustrasi pemeriksaan mata anak. Foto: Thinkstock

Pemeriksaan darah

Ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa saja anak alami tanpa sepengetahuan orang tua. Misalnya, sakit kepala, mual, dan rasa nyeri di bagian tubuh tertentu. Nah Moms, biasanya dokter akan menyarankan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kondisi kesehatan anak seperti anemia dan alergi.

Pemeriksaan tuberkulosis

Bila anak sering mengalami kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan berat badan tidak kunjung meningkat, dokter mungkin saja menyarankan untuk melakukan pemeriksaan tuberkulosis. Sebab, penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis ini sangat mudah menular melalui air liur, terutama pada anak-anak saat bermain.

Ilustrasi rontgen paru-paru untuk mengetahui tbc. Foto: Shutterstock.

Pemeriksaan perkembangan kognitif dan kemampuan berbicara

Pemeriksaan yang dilakukan untuk anak usia 3 tahun bukan hanya tentang kondisi fisik, tetapi juga kognitif dan kemampuan berbicara. Untuk mengetahuinya, ahli biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang hal yang disukai anak. Misalnya, buku apa yang sering dibaca, kegiatan sehari-hari yang dilakukan, hingga memberikan perintah untuk anak melakukan sesuatu.

Nah Moms, sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak, sebaiknya Anda mencatat apa saja pertanyaan yang perlu ditanyakan kepada dokter seputar tumbuh kembang anak. Sebab, momen ini merupakan kesempatan yang baik bagi orang tua mengetahui apa saja yang perlu dilakukan dalam memantau tumbuh kembang si kecil.