Mom
·
13 Oktober 2020 16:49

Pemerintah Buat Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemerintah Buat Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga (18859)
Cegah corona dari klaster keluarga. Foto: Shutterstock
Penyebaran virus corona masih terus menjadi perhatian, salah satunya yang bersumber dari klaster keluarga. Sesuai istilahnya, kemunculan klaster keluarga berawal dari salah satu anggota keluarga seperti ayah atau ibu yang terinfeksi, lalu menularkannya pada anggota keluarga lain di rumah.
ADVERTISEMENT
Klaster keluarga pun jadi sorotan karena menjadi salah satu kelompok penyumbang kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia, Moms. Presiden Jokowi bahkan telah memerintahkan jajarannya untuk menekan penyebaran corona di dalam keluarga. Salah satunya dengan membuat protokol kesehatan khusus.

Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga

Pemerintah Buat Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga (18860)
Ilustrasi ibu dan anak memakai masker Foto: Shutterstock
Juru Bicara Satgas COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menyampaikan bahwa pemerintah yang diwakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) telah menginisiasi pembuatan protokol kesehatan bagi keluarga.
"Bu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bilang akan mengeluarkan protokol perlindungan keluarga. Nah, di Jumat lalu, Kementerian PPPA bersama Kemenkes dan BNPB telah menyusun keputusan bersama tentang protokol keluarga pada masa pandemi COVID-19," kata dr Reisa di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10).
ADVERTISEMENT
"Keputusan dibuat berdasarkan arahan Presiden Jokowi September lalu," imbuhnya.
Dalam protokol kesehatan keluarga yang dirancang Kementerian PPPA, terdapat 4 poin penting yang wajib diterapkan tiap-tiap keluarga.

4 Hal Penting Seputar Protokol Kesehatan Khusus

Pemerintah Buat Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga (18861)
Ilustrasi ibu memakaikan masker kepada anak Foto: Shutterstock
Pertama, Anda dan keluarga secara umum harus mengetahui pemakaian masker yang benar hingga cara melindungi anggota keluarga yang masuk kelompok rentan. Seperti lansia dan anggota keluarga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Kedua, jika ada anggota keluarga yang terinfeksi virus corona, maka tahu langkah selanjutnya.
"Ketika anggota keluarga ada yang terpapar, siapa yang harus dihubungi dan bagaimana proses karantina atau isolasi mandiri," ujar Reisa.
Ketiga, protokol kesehatan keluarga mengatur kegiatan beraktivitas di luar rumah. Ya Moms, dr. Reisa menjelaskan, poin ini begitu penting agar tidak membawa virus dari luar masuk ke dalam rumah.
ADVERTISEMENT
"Cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah, memastikan kita tak membawa virus masuk ke dalam rumah dari pakaian atau barang-barang bawaan kita," jelas Reisa.
Terakhir soal protokol kesehatan di lingkungan ketika ada warganya yang terpapar. Sehingga, semua masyarakat di sekitarnya tahu cara menanganinya dengan baik.
"Bagaimana tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat di lingkungan rumah juga penting dari mulai jaga kebersihan lingkungan sampai dengan tidak memberikan stigma negatif pada tetangga yang positif COVID-19. Mereka yang harus dibantu panduan," pungkasnya.

Cegah Corona dari Klaster Keluarga

Pemerintah Buat Protokol Kesehatan Khusus untuk Cegah Klaster Keluarga (18862)
Ilustrasi hand sanitizer. Foto: Shutter Stock
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga meminta agar Anda dan anggota mengurangi pertemuan secara fisik dengan anggota keluarga lainnya di luar rumah. Terlebih dalam mengikuti acara-acara keluarga besar demi mencegah penularan virus ini.
ADVERTISEMENT
"Dalam kesempatan ini, dalam mencegah klaster keluarga, satu hal yang penting harus kita lakukan dari sisi keluarga untuk bagaimana kita menghindari mengurangi dari pertemuan-pertemuan secara offline," kata Bintang dalam diskusi bersama dr. Reisa, beberapa waktu lalu.
"Yang bisa dihindari salah satunya dengan keluarga besar, misalnya ulang tahun. Kemudian reuni, arisan," imbuhnya.
Sekalipun ingin menghadiri acara tersebut, Bintang menyarankan agar bisa dilakukan secara daring. Dengan begitu, silaturahmi antar sesama anggota keluarga besar tetap terjalin namun aman.
Jadi Moms, karena pandemi belum usai, sebaiknya Anda tetap mengurangi aktivitas di luar rumah untuk keselamatan Anda dan keluarga.