Pengentalan Darah saat Hamil, Apakah Normal?
·waktu baca 2 menit

Ada banyak tantangan yang dialami ibu saat hamil. Tak hanya tubuhnya yang membesar, perubahan hormon, keterbatasan untuk melakukan aktivitas karena mudah lelah, tapi juga mengalami pengentalan darah saat hamil.
Ya Moms, kondisi pengentalan darah ini bahkan sering kali tidak diketahui oleh ibu hamil karena gejalanya yang minim. Lantas, apakah kondisi ini normal selama kehamilan?
Apakah Pengentalan Darah saat Hamil Normal?
Jawabannya normal, Moms. Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andry, Sp.OG, menjelaskan, pengentalan darah yang secara medis dikenal dengan hiperkoagulasi atau trombofilia merupakan kondisi yang normal dan umum bagi semua ibu hamil.
“Pengentalan darah saat hamil adalah hal yang alami terjadi dalam kehamilan. Hal ini sesungguhnya bertujuan untuk melindungi ibu hamil terhadap risiko perdarahan persalinan,” jelas dr. Andry pada kumparanMOM (25/5).
Hiperkoagulasi disebabkan oleh perubahan (peningkatan maupun penurunan) beberapa substansi kimia seperti protein dan hormon yang berhubungan dengan proses pembekuan darah (koagulasi).
Sayangnya, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan darah tidak hanya mengental tapi juga membeku dan menggumpal, sehingga dapat menimbulkan sumbatan di dalam pembuluh darah ibu. Pada kasus seperti ini, hiperkoagulasi dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan ibu dan bayi di dalam kandungan.
“Komplikasi yang bisa dialami ibu seperti risiko terjadinya trombosis vena dalam (deep vein thrombosis, DVT), emboli paru, bengkak, nyeri, hingga keguguran. Sementara, bayi bisa terlahir prematur, anemia, hingga kematian,” lanjut dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah –Puri Indah dan Bintaro Jaya itu.
Mengingat pengentalan darah tersebut hal normal, sayangnya sering kali tidak ada gejala yang signifikan saat kondisi ini berubah menjadi lebih parah selama kehamilan.
dr. Andry mengimbau ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai seperti sakit kepala, mual, muntah, anggota gerak (tangan dan kaki) bengkak, hingga sesak napas. Bila mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan ya, Moms.
