Penting Moms, Ini Daftar Kesalahan yang Kerap Terjadi saat Menyikat Gigi
ยทwaktu baca 3 menit

Menyikat gigi adalah hal mendasar yang rutin dilakukan setiap hari sejak kecil, bahkan mungkin sejak bayi. Namun tahukah Moms, ternyata cara kita menyikat gigi mungkin belum sepenuhnya benar, lho!
Mengutip WebMD, cara menyikat gigi yang tidak tepat berpotensi meningkatkan masalah gigi di kemudian hari. Bahkan di Amerika Serikat, 1 dari 4 orang dewasa mengalami masalah gigi yang tidak diobati.
Masalah Umum Menyikat Gigi
1. Durasi Sikat Gigi Terlalu Cepat
The American Dental Association merekomendasikan untuk menyikat gigi minimal 2 menit dalam tiap sesi. Jika menggunakan kawat gigi atau implan, Anda perlu menyikat gigi lebih lama agar pembersihan gigi lebih optimal.
2. Menyikat pada Waktu yang Salah
Selama 20 hingga 30 menit pertama setelah makan, mulut akan menjadi sedikit asam dan email gigi sedikit melemah. Oleh karena itu jika menyikat gigi tepat setelah makan, justru berisiko merusak email gigi.
Email yang rusak bisa menyebabkan lebih banyak gigi berlubang dan infeksi. Tunggu setidaknya 30 menit setelah makan untuk menyikat gigi. Atau jika Anda sedang terburu-buru, bilas dengan air atau gunakan obat kumur untuk menetralkan asam, Moms.
3. Tidak Menyikat dengan Cara yang Benar
Cara yang benar menyikat gigi adalah posisikan sikat gigi miring 45 derajat dari gusi. Kemudian gerakkan kepala sikat dari gigi ke gigi, dengan gerakan melingkar kecil. Agar mudah, coba gunakan tangan kiri untuk menyikat sisi kanan, dan tangan kanan untuk menyikat sisi kiri.
4. Tidak Cukup Sering Menyikat Gigi
Beberapa orang terkadang masih menyikat gigi satu kali sehari di pagi hari. Padahal penting untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari, Moms.
Bayangkan gigi seperti piring. Setelah makan, piring tidak akan bersih jika hanya dibilas saja. Piring perlu diseka dengan spons yang juga diberi sabun cuci piring. Nah begitu juga dengan gigi. Sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi hanya bisa dibersihkan dengan sikat gigi dan pasta gigi.
5. Menyikat Gigi Terlalu Keras
Banyak yang beranggapan bahwa semakin keras menyikat gigi, semakin bersih hasilnya. Padahal kenyataannya tidak demikian, Moms. Terlalu keras menyikat gigi justru bisa merusak email dan menyebabkan penyusutan pada jaringan yang menghubungkan gusi ke mulut.
6. Menggunakan Pasta Gigi Terlalu Banyak
Dalam iklan memang pasta gigi selalu terlihat menutupi seluruh bulu sikat. Namun orang dewasa hanya butuh pasta gigi seukuran kacang polong, atau setengah panjang sikat gigi standar. Fluoride dalam pasta gigi adalah mineral, dan terlalu banyak dapat mengubah bentuk dan struktur gigi.
7. Tidak Menyikat Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu berbicara dan menelan, dan juga menjebak bakteri yang menyebabkan bau mulut dan kerusakan gigi dan gusi. Gunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah dari belakang ke depan selama beberapa kali setelah gigi disikat semua.
8. Menyimpan Sikat Gigi dengan Cara yang Salah
Setelah menyikat gigi, bilas untuk memastikan semua pasta gigi dan kotoran keluar dari bulunya dan simpan dengan tegak di tempat yang dapat mengering dengan sendirinya. Jika Anda menyimpannya di dekat sikat gigi lain, pastikan tidak bersentuhan.
Jangan menutupinya, atau menyimpannya dalam wadah, karena bakteri senang tumbuh di lingkungan yang lembap, Moms.
9. Terlalu Lama Tidak Ganti Sikat Gigi
Sebaiknya sikat gigi digunakan maksimal sekitar 3 hingga 4 bulan. Setelah itu, bulunya mulai rusak dan tidak efektif lagi untuk digunakan menyikat gigi.
10. Hanya Menyikat Sebagian Gigi
Saat terburu-buru, mungkin orang lebih fokus menyikat gigi bagian depan dan hanya sekilas saja menyentuh bagian belakang gigi. Padahal bagian dalam dan belakang gigi rentan terhadap 500-700 spesies bakteri yang hidup di mulut, lho!
***
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di sosial media kumparanMOM! Klik di sini.
