Pentingnya Kandungan Nutrisi Ini dalam MPASI untuk Dukung Eksplorasi Si Kecil

16 September 2022 16:38
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pentingnya kandungan nutrisi pada MPASI bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pentingnya kandungan nutrisi pada MPASI bayi. Foto: Shutterstock
Saat usia 6 bulan, bayi sudah bisa mendapat makanan pendamping ASI atau MPASI. Ya Moms, pemberian MPASI juga akan membantu menjaga kesehatan tubuh anak, sehingga si kecil dapat lebih maksimal mengeksplorasi hal-hal baru di sekitarnya.
Makanan pendamping ASI yang ideal untuk anak tentunya perlu memiliki kandungan gizi seimbang agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil, baik mikronutrien dan makronutrien. Asupan nutrisi ini akan mendukung tumbuh kembangnya, mulai dari perkembangan otak, motorik kasar dan halus, hingga daya tahan tubuh si kecil.
Berbagai jenis sayur hingga produk hewani bisa diolah menjadi MPASI, asal memerhatikan nilai gizi hingga proses pengolahan agar kandungannya tidak hilang. Nah, dari berbagai jenis bahan makanan, ada beberapa nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembang dan eksplorasi anak. Apa saja?

Nutrisi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak saat Masa Pemberian MPASI

1. Vitamin A,C,E
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan vitamin C untuk anak usia 0-5 bulan sebanyak 40 mg per hari, lalu memasuki 6-11 bulan bertambah menjadi 50 mg.
Asupan vitamin C membantu membentuk dan memperbaiki sel darah merah, tulang, dan jaringan tisu (ikat) yang berfungsi menjaga bagian-bagian tubuh agar tetap terikat. Sifat antioksidan pada vitamin C juga akan meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mencegah infeksi. Bahkan memaksimalkan penyerapan zat besi.
Selain meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin A memainkan peran penting dalam penglihatan si kecil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Selain meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin A memainkan peran penting dalam penglihatan si kecil. Foto: Shutterstock
Bayi baru lahir sampai usia 5 bulan memerlukan setidaknya 375 RE vitamin A, lalu saat ia menginjak usia 6-11 bulan, anak memerlukan 400 RE vitamin A setiap hari. Selain meningkatkan daya tahan tubuh dan optimalkan pertumbuhan tulang, vitamin A juga memainkan peran penting dalam penglihatan si kecil.
Asupan vitamin A menjadi salah satu penyusun pigmen warna sekaligus sebagai pelumas agar tetap lembap. Sebaliknya, kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko rabun senja. Bahkan menurut laman American Academy of Ophthalmology (AAO), diperkirakan 250.000 sampai 500.000 anak mengalami kebutaan setiap tahun karena kekurangan vitamin A.
Sama seperti vitamin C dan A, vitamin E dapat membantu jaga daya tahan tubuh, membuat pembuluh darah terbuka cukup lebar agar darah mengalir dengan lancar, hingga memaksimalkan fungsi sel-sel tubuh. Berdasarkan rekomendasi AKG 2019, bayi berumur 0-5 bulan membutuhkan setidaknya 4 mcg vitamin E, dan umur 6-11 bulan 5 mcg setiap hari.
2. Omega 3 dan 6
Omega 3 merupakan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk membangun sel-sel tubuh dan membantu memberi makan otak sekaligus menjaga kesehatannya. Namun Omega 3 tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari makanan. Sedangkan Omega 6 adalah asam lemak yang diperlukan tubuh sebagai komponen sel dan produksi energi.
Penelitian dari Sahlgrenska Academy di Universitas Gothenburg Swedia mengungkapkan bahwa asupan Omega 3 dan 6 dapat membantu anak-anak yang kesulitan untuk konsentrasi.
“Diet rendah Omega 3 diyakini memiliki efek negatif pada anak-anak dalam hal belajar, membaca, dan perhatian. Membran sel di otak sebagian besar terdiri dari lemak tak jenuh ganda, dan ada penelitian yang menunjukkan bahwa asam lemak penting untuk transmisi sinyal antar sel-sel saraf dan pengaturan sistem sinyal di otak,” ujar peneliti Sahlgrenska Academy, Mats Johnson, dikutip dari Science Daily.
3. Zinc
Zinc dapat meningkatkan kesehatan pencernaan serta mencegah penyakit yang berkaitan dengan infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru. Bukan tanpa alasan, zinc berperan mengoptimalkan metabolisme tubuh, bahkan kinerja 70 enzim yang ada di dalam sistem pencernaan sangat bergantung pada asupan zinc harian.
Zinc dapat meningkatkan kesehatan pencernaan serta mencegah penyakit yang berkaitan dengan infeksi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Zinc dapat meningkatkan kesehatan pencernaan serta mencegah penyakit yang berkaitan dengan infeksi. Foto: Shutterstock
Anak-anak berusia 0-5 bulan membutuhkan 1,1 mg zinc per harinya, dan saat menginjak usia 6-11 bulan, kebutuhannya bertambah menjadi 3 mg. Kekurangan asupan zinc pada bayi dapat menghambat pertumbuhan, gangguan memori, kehilangan kemampuan berkonsentrasi, hingga membuat si kecil mudah pilek.
4. Zat besi
Bayi juga membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk memaksimalkan tumbuh kembang secara keseluruhan. Kebutuhan zat besi anak berbeda-beda tergantung usianya. Bayi berusia 0-5 bulan membutuhkan 0,3 mg per hari sedangkan di umur 6-11 bulan bertambah menjadi 11 mg zat besi per hari.
Dilansir Mayoclinic, zat besi memaksimalkan aliran oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh serta membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen. Jika kekurangan zat besi, anak berisiko mengalami anemia yang membuat si kecil jadi mudah lelah dan kehilangan energi.
Bayi baru lahir hingga berusia di bawah 4 bulan mendapatkan asupan zat besi dari ASI. Namun memasuki usia 6 bulan, kebutuhan zat besi tidak dapat terpenuhi dari hanya dari ASI, sehingga ia perlu memenuhinya dengan MPASI.
Namun untuk memenuhi kebutuhan zat besi, diperlukan makanan dalam jumlah yang banyak, sedangkan lambung bayi masih terlalu kecil. Sehingga makanan yang dipilih harus benar-benar kaya akan zat besi, misalnya bisa Anda temukan di berbagai jenis sayur, buah, dan produk hewani.
Selain itu, tak ada salahnya juga orang tua memberikan alternatif MPASI fortifikasi yang telah melewati proses penambahan gizi—baik vitamin dan mineral seperti zat besi. MPASI yang terfortifikasi aman dan dapat memperbaiki pola makan si kecil, serta pencegahan pengendalian defisiensi mikronutrien pada bayi. Pastikan saja, produk tersebut sudah mendapat nomor registrasi dari BPOM dan cek tanggal kedaluwarsanya sebelum membeli.
Promina Bubur Bayi 6+ dan Promina Bubur Tim 8+ untuk dukung si kecil bebas bereksplorasi. Foto: Dok. Promina
zoom-in-whitePerbesar
Promina Bubur Bayi 6+ dan Promina Bubur Tim 8+ untuk dukung si kecil bebas bereksplorasi. Foto: Dok. Promina
Seperti Promina Bubur Bayi 6+, produk baby cereal dengan tekstur sangat lembut seperti puree sebagai perkenalan pertama si kecil dengan makanan padat. Selain teksturnya yang aman untuk awal MPASI, Promina Bubur Bayi 6+ juga dilengkapi vitamin A,C,E, dan zinc.
Promina Bubur Bayi 6+ tersedia dalam banyak varian rasa untuk membiasakan anak merasakan berbagai jenis makanan. Mulai dari Milky Beras Merah, Smooth Kacang Hijau, Pisang Susu, Ayam & Jamur, Ayam Kampung Brokoli Keju, Tim Sapi & Wortel, serta rasa Pir Jeruk Pepaya.
Lalu ada juga Promina Bubur Tim 8+ untuk membantu anak naik tekstur setelah terbiasa dengan MPASI. Promina Bubur Tim 8+ adalah satu-satunya produk bubur tim dengan tekstur serupa buatan rumahan (homemade) serta mengandung gizi lebih lengkap vitamin A,C,E, dan Zinc, untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak yang mulai aktif.
Promina Bubur Tim 8+ tersedia dalam berbagai varian rasa, mulai Ati Ayam Kampung, Ayam Kampung Kacang Polong, Ayam Kampung Tomat Wortel, Salmon Norwegia, serta rasa Daging & Brokoli.
Soal kualitas juga tidak perlu khawatir, Moms. produk Promina Bubur Bayi 6+ dan Promina Bubur Tim 8+ telah melalui proses pemasakan dan pengeringan modern untuk menurunkan kadar air dan membunuh mikroba. Selain itu dikemas menggunakan alumunium foil kedap udara untuk mencegah kontaminasi mikroba, uap air, dan udara.
Promina Bubur Bayi 6+, Promina Bubur Tim 8+, dan produk lainnya kini bisa Anda beli di minimarket atau e-commerce andalan di sini. Jangan lupa juga follow Instagram @bayisehatpromina agar lebih tahu produk-produk serta tips makan sehat untuk anak.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Promina
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020