Pentingnya Meminta Maaf pada Anak dan Cara Bijak Melakukannya
ยทwaktu baca 3 menit

Sebagai orang tua sering kali mengajarkan anak-anak untuk meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Sebab, minta maaf merupakan nilai yang idealnya menjadi pegangan hidup.
Kendari demikian, sering kali orang tua malah kesulitan melakukan hal yang sama pada anak-anaknya. Banyak orang tua kebingungan memilih cara meminta maaf pada si kecil.
Direktur Barnard College Center for Toddler Development, Tovah P. Klein, mengatakan, terkadang orang tua kesulitan mengungkapkan kesalahan kepada anak-anak mereka, karena mereka masih meyakini bahwa meminta maaf sama dengan kelemahan.
"Mereka memiliki gagasan bahwa jika mereka mengakui kesalahan apa pun, mereka akan kehilangan kontrol, dan anak akan 'menginjak-injak' (tidak menghormati) mereka," kata Klein.
Penulis buku Bagaimana Balita Berkembang itu menyebut, aksi orang tua yang enggan meminta maaf itu merupakan kesalahan yang banyak terjadi.
Lantas bagaimana cara orang tua meminta maaf ke anak-anak?
Dikutip dari Parents, berikut beberapa cara yang bisa dipakai orang tua yang ingin meminta maaf pada anak-anaknya.
Pertama, orang tua harus bisa mengenali perasaan anak-anak. Orang tua sebaiknya tahu kenapa si kecil bersedih.
Kemudian saat kesal atau marah, penting bagi orang tua untuk menjelaskan apa kesalahan yang dilakukan anak. Sebab bisa jadi anak memang tidak mengerti apa kesalahannya, lho.
Oleh karena itu anak perlu tahu apa alasan Anda marah. Dengan demikian ia memahami bahwa hubungannya dengan orang tua akan membaik lagi.
Kedua, orang tua sebaiknya mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan. Dengan begitu, barulah Anda bisa meminta maaf pada anak.
Klein menyebut profesor perguruan tinggi dan penulis buku Susan Shapiro, dalam bukunya mewawancarai banyak anak yang sudah berusia dewasa, merasa dirugikan oleh orang tua mereka sebagai anak-anak.
Ia menyebut dalam semua kasus, anak-anak yang telah dewasa itu mengungkap ingin merasa didengarkan, dipahami, dan dicintai.
"Pengakuan atas kesalahan, pelanggaran, atau ketidakpekaan adalah langkah pertama untuk meminta maaf dengan benar," katanya.
Ketiga, sebaiknya tunjukkan itu tidak akan terjadi lagi. Permintaan maaf adalah tentang mengenali perilaku Anda sendiri. Anda bisa meminta maaf dengan berjanji akan memperbaiki respons Anda.
"Lain kali saya akan mencoba menarik napas dalam-dalam daripada membentakmu," ujarnya.
Kemudian, jadilah jelas dan ringkas. Mengatakan maaf secara singkat dan tulus menunjukkan kepada anak-anak bahwa tidak ada orang yang sempurna.
"Anda ingin mereka mengerti bahwa jika mereka mengacau dalam hidup, tidak apa-apa," kata Saphiro.
Klein menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia anak-anak, permintaan maaf yang baik mengajarkan mereka bahwa 'ada ruang untuk memperbaiki dan menghubungkan kembali terutama jika mereka telah menyakiti seseorang'.
Ketika orang tua dapat mencontohkan permintaan maaf yang jelas dan ringkas, mereka mengajari anak mereka cara melakukannya, yang dapat mempersiapkan mereka untuk hubungan yang lebih sehat.
