Kumparan Logo

Penyebab Anak Cadel dan Cara Mengatasinya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak kecil cadel. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kecil cadel. Foto: Shutterstock

Cadel, atau kesulitan mengucapkan R, adalah hal yang kerap dialami anak. Bahkan beberapa orang tua menganggap cadel adalah hal yang lucu, sehingga acapkali mereka justru mengikuti cara anak cadel berkata. Padahal, anggapan itu justru berpotensi membuat anak semakin kesulitan mengucapkan kata dengan benar, lho, Moms.

Ya, cadel mungkin terdengar lucu dan menggemaskan saat anak masih kecil. Namun bagaimana jika usia menjelang sekolah ia masih cadel? Ahli Patologi Bahasa Pidato di The Speech Practice, Dr Lisa Lim Su Li, menilai orang tua kerap tidak adil ketika membiarkan anak tetap cadel saat masih kecil, namun menuntutnya bisa mengucapkan R dengan jelas saat sudah semakin besar.

Sementara itu, WebMD melansir, orang tua perlu membawa anak ke dokter atau ahli patologi wicara jika saat usia 4,5 tahun anak masih cadel.

Penyebab Cadel pada Anak

1. Faktor Lingkungan

Ilustrasi anak balita perempuan tersenyum ceria. Foto: Shutter Stock

Salah satu penyebab cadel yang umum terjadi adalah kebiasaan dari orang tua dan lingkungan. Ya Moms, kebiasaan mengikuti cara anak berbicara cadel membuatnya tidak terbiasa mengucap huruf R dengan benar. Bahkan anak mungkin merasa tidak perlu mengubah kebiasaannya karena orang yang lebih dewasa mengikuti cara mereka berbicara.

Oleh karena itu, Dr. Lisa Lim Su Li menyarankan kepada orang tua untuk melatih anak mengucapkan sesuatu dengan benar sejak dini. Misalnya jika si kecil berkata: “Lambut kakak keliting sepelti ibu, lambut aku lulus sepelti ayah,”. Anda bisa mengulang kalimat anak dengan pelafalan huruf R yang jelas: “Betul, rambut kakak keriting seperti ibu, ya. Rambut kamu lurus seperti ayah,”.

2. Tongue Tie

suatu kondisi di mana lidah ditambatkan ke bagian bawah mulut. Ini membatasi pergerakannya. Nama lain untuk pengikat lidah adalah ankyloglossia.

3. Masalah Keselarasan Rahang

Kemungkinan anak mengalami underbite atau overbite. Underbite yakni kondisi gigi bawah lebih maju dibanding gigi atas saat anak menutup mulut. Sebaliknya, overbite adalah kondisi gigi atas lebih maju dibanding gigi bawah saat anak menutup mulut atau yang kerap dikenal dengan istilah tonggos.

4. Gangguan pada kelenjar di leher anak

Pada kasus lain, cadel karena faktor fisik juga bisa disebabkan adanya gangguan pada kelenjar di leher anak. Anda dapat mencurigai hal ini dan segera berkonsultasi ke dokter bila anak yang sudah dapat bicara dengan lancar tiba-tiba menjadi cadel atau sulit bicara.

Kapan Perlu Khawatir saat Anak Cadel?

Ilustrasi anak ceria Foto: Shutterstock

Di Amerika, cadel merupakan salah satu hambatan berbicara yang paling umum. Bahkan sekitar 23% pasien ahli patologi wicara memiliki cadel.

WebMD menyarankan, orang tua segera mencari bantuan ahli jika umur 3 hingga 4,5 tahun anak masih cadel.

Penyebab Cadel

Cadel dapat muncul karena berbagai alasan di masa kanak-kanak. Cadel paling sering terjadi akibat menempatkan lidah pada posisi yang salah ketika seorang anak berbicara. Ini mendistorsi suara yang dia coba ucapkan.

Para ahli percaya bahwa cadel dapat dihasilkan dari perilaku yang dipelajari yaitu mendatarkan lidah dan menjulurkannya ke depan saat menelan atau berbicara. Mereka berpendapat bahwa hal-hal seperti terlalu sering menggunakan empeng, mengisap jempol dan memberi susu botol dapat menyebabkan lidah menjulur.

Penyakit pernapasan bagian atas yang sering juga dapat berperan karena anak-anak dengan hidung tersumbat dipaksa untuk membuka mulut saat berbicara agar dapat bernapas.

Cara Mencegah Anak Cadel

Anda mungkin bertanya-tanya apakah cadel dapat dicegah. Ada beberapa hal yang dapat dicoba oleh orang tua untuk membatasi risiko anak mereka terkena cadel. Mari jelajahi beberapa.

- Batasi penggunaan empeng

- Segera periksa jika terjadi masalah pernapasan agar dapat ditangani sesegera mungkin.

- Periksakan pendengaran anak.

- Mainkan permainan kata artikulasi untuk mendorong perkembangan bicara yang benar