Kumparan Logo

Penyebab Anak Kekurangan Zat Besi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak menolak makanan saat bertamu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak menolak makanan saat bertamu Foto: Shutterstock

Zat besi adalah salah satu nutrisi yang memiliki peran penting untuk tumbuh kembang anak. Zat besi berfungsi mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak.

Sehingga kekurangan zat besi pada anak bisa jadi masalah yang serius. Karena hal itu dapat menghambat pertumbuhan anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial. Ketika anak kekurangan zat besi, artinya kadar ketersediaan zat besi di dalam tubuh mereka lebih sedikit dari kebutuhan hariannya.

Lantas, apa penyebab anak kekurangan zat besi, Moms?

Penyebab Anak Kekurangan Zat Besi

Sebagai orang tua, Anda perlu memerhatikan nutrisi anak, salah satunya dengan memberikan makanan yang kaya akan zat besi.

“Salah satu penyebab utama terjadinya kekurangan zat besi adalah kurangnya konsumsi asupan makanan kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ikan, dan ayam,” kata Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ketua Departemen Ilmu Gizi Klinik FKUI, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK, pada acara talkshow yang diadakan Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, Kamis (17/12).

dr. Nurul menjelaskan, ada 6 penyebab anak mengalami kekurangan zat besi di antaranya:

Makanan yang mengandung zat besi. Foto: Shutterstock
  1. Terlambat MPASI

Terlambat memperkenalkan MPASI menjadi salah satu penyebab kekurangan zat besi pada anak. Biasanya, orang tua sudah tahu jika MPASI dimulai sejak usia bayi 6 bulan. Sehingga, jangan ragu-ragu memberikan bayi MPASI bila usianya sudah 6 bulan. Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter juga ya, Moms.

  1. Kurang asupan protein hewani

Pola konsumsi orang Indonesia umumnya sangat kurang asupan protein, terutama sumber protein hewani. Hal itu bisa berasal dari faktor kebiasaan keluarga yang misalnya takut makan daging, atau takut makan ikan karena gatal. Padahal, sumber protein dari hewani itu lebih kaya akan zat besi daripada tumbuhan.

  1. Kurang konsumsi fortifikasi zat besi

Kurangnya konsumsi fortifikasi zat besi dalam makanan menjadi penyebab selanjutnya anak kekurangan zat besi. Bila kebutuhan zat besi anak kurang, biasanya dokter akan memberikan fortifikasi zat besi, sesuai dengan yang dibutuhkan si kecil.

  1. Pemberian suplemen tidak sesuai

Pemberian suplemen zat besi yang tidak sesuai indikasi juga bisa menjadi penyebabnya, Moms. Misalnya, Anda tidak tahu kadar hemoglobin si kecil berapa, tapi Anda langsung memberikannya suplemen. Atau Anda memberikan suplemen kepada si kecil dengan dosis yang tidak sesuai.

Pencernaan yang sehat juga dapat mengoptimalkan kecerdasan anak. Foto: Shutterstock
  1. Tidak teratur minum suplemen

Mengonsumsi suplemen zat besi bukanlah hal yang menyenangkan untuk anak. Karena anak akan mengalami mual dan kembung yang membuat perutnya tidak nyaman. Apalagi, kotoran anak juga akan menjadi lebih gelap.

Hal itu yang biasanya membuat orang tua menghentikan pemberian suplemen pada anak, karena berpikir terdapat masalah lain dalam pencernaan anaknya. Padahal, penghentian suplemen secara tiba-tiba akan lebih berisiko anak mengalami kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia.

  1. Penyerapan yang tidak optimal

Penyebab terakhir adalah, penyerapan zat besi di usus dan lambung yang tidak optimal. Kondisi ini bisa disebabkan karena saat mengonsumsi suplemen zat besi dibarengi dengan makanan lain, sehingga mengganggu proses penyerapannya.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis