Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Menangis

Tangis bayi baru lahir biasanya segera pecah setelah ia keluar dari rahim ibu. Ya Moms, selain itu, menangis setelah lahir juga merupakan keharusan. Sehingga, bila si kecil tidak menangis, maka dokter akan mengupayakan hal itu.
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, ketika bayi di dalam kandungan, ia hidup seperti balon yang diisi air. Dia bernapas melalui tali pusat yang terhubung ke dalam dirinya. Nah Moms, saat lahir, secara refleks bayi akan menangis saat tali pusatnya dijepit atau dipotong.
"Begitu bayi lahir, kalau tidak diputus atau tidak dijepit tali pusatnya, dia tidak menangis. Setelah dijepit tali pusatnya, secara otomatis langsung terbuka jalan nafasnya. Paru-parunya mengembang berusaha untuk menghirup udara. Perubahan-perubahan itulah yang membuat bayi kaget lalu menangis," jelas dr. Ardiansjah saat dihubungi oleh kumparanMOM, beberapa waktu lalu.
Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Menangis
Meski begitu, ada pula beberapa faktor yang menyebabkan bayi baru lahir tidak menangis. Kemungkinan, ia masih kesulitan bernapas melalui hidung. Misalnya ada cairan dari tali pusat yang sedikit terhirup oleh bayi, atau karena perubahan cuaca ekstrem yang dia rasakan dari rahim lalu ke dunia luar.
Lantas, bila bayi tidak menangis setelah dilahirkan, kapan ibu harus khawatir?
Ya Moms, bila bila bayi sudah lahir dan tali pusatnya dijepit tapi tak kunjung menangis. dr. Ardiansjah mengatakan, kemungkinan ada yang salah pada kondisi bayi.
"Parameternya, kalau bayi sudah lahir, sudah dijepit tali pusatnya, lalu tidak menangis, itu ada yang salah. Tidak normal dan bahaya. Ketika dijepit itu aliran oksigen yang ada di tali pusat tidak ada, bayi kemudian refleks hidungnya berfungsi menghirup udara dari luar supaya bisa mendapatkan oksigen dari hidungnya. Perubahan inilah yang membuatnya menangis," kata dokter yang berpraktek di Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan ini.
Kondisi Bayi Baru Lahir yang Tidak Menangis
Kondisi bayi baru lahir yang tidak menangis dinamakan dengan asfiksia. Hal itu terjadi ketika bayi kekurangan asupan oksigen dan memiliki kadar karbondioksida yang terlalu tinggi di dalam darah. Bayi baru lahir yang mengalami asfiksia, maka kekurangan aliran darah ke organ-organ tubuh lainnya, Moms.
Adapun organ tersebut antara lain otak, jantung, dan ginjal. Umumnya kasus asfiksia dikaitkan karena kondisi ibu, tali pusat, dan plasenta atau kondisi bayi ketika masih dalam kandungan.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk memeriksakan kehamilan secara teratur, demi memastikan Anda dan janin telah mendapatkan kebutuhan gizi seimbang.
