Penyebab Cacar Monyet pada Anak
ยทwaktu baca 3 menit

Pada Sabtu (20/8) lalu, Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet (monkey pox) di Indonesia. Pasien pertama tersebut diketahui merupakan seorang pria berusia 27 tahun asal Jakarta. Berdasarkan kronologinya, pada 8 Agustus pria tersebut baru saja pulang dari salah satu negara yang telah terinfeksi cacar monyet.
Mengutip laman Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat zoonosis. Zoonosis merupakan istilah yang merujuk pada penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1958 dengan kasus pertama ditemukan pada manusia (anak-anak) pada tahun 1970.
Cacar monyet diketahui merupakan penyakit endemik dari Afrika Barat dan Tengah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan internasional pada 23 Juli lalu setelah beberapa negara di Benua Amerika dan Benua Eropa terinfeksi.
Tak hanya pada orang dewasa, cacar monyet juga dapat menyebar pada anak-anak. Lantas, apa yang menjadi faktor penyebab dari penularan cacar monyet pada anak?
Faktor Penyebab Cacar Monyet pada Anak
Mengutip laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), secara historis penyakit cacar monyet telah didokumentasikan sebagai penyakit yang menyerang anak-anak dan remaja yang tinggal di daerah endemik. Pasien pertama yang ditemukan pada tahun 1970 pun diketahui merupakan anak-anak.
Bahkan, WHO melaporkan, data dari negara-negara yang terkena dampak cacar monyet menunjukkan bahwa anak-anak biasanya lebih rentan dibanding remaja dan orang dewasa.
Seperti yang telah disebutkan, penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV). Selain itu, cacar monyet dapat menyebar melalui kontak dengan cairan, seperti air liur dan droplet, dan kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh pasien, seperti pakaian, handuk, perlengkapan mandi, dan tempat tidur.
Penyakit ini juga dapat menular ke bayi di dalam kandungan atau bayi baru lahir melalui kontak erat dengan pasien selama hamil atau saat melahirkan.
Sementara itu, kelompok anak yang memiliki risiko tinggi terpapar cacar monyet menurut CDC yaitu sebagai berikut.
Anak di bawah usia 8 tahun
Anak dan remaja dengan kondisi imunokompromais, yaitu suatu kondisi melemahnya sistem imun yang ditandai dengan efek kuantitatif pada sistem imun spesifik seluler, humoral, atau keduanya.
Anak dan remaja dengan riwayat penyakit dermatitis atopik atau kondisi kulit eksfoliatif aktif lainnya, seperti eksim, luka bakar, impetigo, varicella zoster (cacar air), herpes simpleks, jerawat parah, dermatitis popok parah di area kulit yang luas, psoriasis, atau penyakit darier.
Anak dan remaja dengan riwayat penyakit infeksi menular, terutama yang melibatkan mata, wajah, dan alat kelamin.
