Penyebab dan Cara Atasi Bayi yang Menyusu Hanya pada 1 Payudara

17 Januari 2019 11:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi menyusui. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyusui. (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
Pada sebagian kasus, bayi hanya mau menyusu pada satu payudara ibu. Ada bayi yang menolak menyusu pada satu payudara, meski untuk satu waktu saja, hingga ada juga bayi yang tidak mau menyusu sama sekali setiap saat bila diberi pada sisi payudara yang lain.
ADVERTISEMENT
Nah, sebenarnya apa sih yang menyebabkan hal itu? Yuk temukan jawabannya di sini.
1. Perbedaan Anatomi Payudara
Perbedaan tersebut antara lain karena perbedaan alveoli, saluran ASI, bentuk puting, dan areola antara sisi kiri dan kanan payudara Anda. Bayi akan lebih memilih menyusu pada puting yang bisa mengeluarkan ASI dengan lancar, dibanding pada puting datar atau terbenam.
2. Ada Masalah Pada Satu Payudara
Payudara yang lebih bengkak atau besar kurang disukai bayi. Mungkin pula terjadi refleks pengeluaran ASI yang lebih lemah atau lebih kuat pada satu payudara. Ketika ibu menderita mastitis, rasa ASI juga bisa berubah menjadi lebih asin karena meningkatnya kandungan sodium dalam ASI. Inilah yang membuat bayi menolak menyusu pada payudara ini.
ADVERTISEMENT
3. Bayi Lebih Nyaman Menyusu pada Satu Sisi Payudara
Sejak lahir, bisa saja bayi merasa lebih nyaman bila digendong dan disusui pada satu sisi saja, sehingga bayi juga menyusu lebih efisien atau lebih sering pada sisi payudara yang lebih disukainya.
4. Ibu Cenderung Menawarkan Satu Payudara Lebih Sering
Bisa saja ibu secara sadar maupun tidak sadar menawarkan satu sisi payudara, karena merasa lebih nyaman menyusui pada payudara tersebut.
5. Ibu Pernah Operasi
Ibu pernah menjalani operasi payudara atau pernah mengalami trauma pada payudara, sehingga dapat memengaruhi aliran ASI.
6. Bayi Menderita Suatu Penyakit
Misalnya saat bayi menderita infeksi telinga, maka bayi akan memilih sisi yang nyeri tidak membuatnya makin tertekan atau membuat lebih nyeri. Bayi yang mengalami persalinan traumatis juga dapat menyebabkan leher bayi lebih kaku, sehingga tidak nyaman pada satu sisi.
Ilustrasi ibu menyusui.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: Thinkstock)
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, cobalah dengan cara di bawah ini Moms:
ADVERTISEMENT
1. Tawarkan bayi menyusu pada payudara yang disukainya dan ketika refleks pengeluaran ASI terjadi, geser bayi ke payudara sisi satunya tanpa mengubah posisi badan bayi.
2. Cobalah berbagai posisi menyusui. Bisa dimulai dari posisi bayi telungkup di atas badan ibu, untuk memacu insting alamiah bayi menyusu.
3. Tawarkan payudara yang kurang atau tidak disukai bayi ketika bayi setengah mengantuk atau baru bangun tidur.
4. Tawarkan bayi menyusu pada payudara yang kurang atau tidak disukai sambil bergerak, bisa sambil berjalan atau duduk di kursi goyang.
5. Menyusui di ruangan yang berlampu redup dan hening.
6. Bila bayi tidak mau menyusu pada payudara karena refleks pengeluaran ASI terlalu kuat, ibu dapat memerah sedikit hingga refleks pengeluaran ASI selesai. Setelah itu, tawarkan pada bayi dengan meneteskan ASI pada aerola puting ibu.
ADVERTISEMENT
7. Bila penyebabnya adalah aliran ASI yang lambat, ibu dapat melakukan penekanan payudara untuk memperlancar aliran ASI.
8. Bila ibu merasa produksi ASI lebih sedikit, ibu dapat menambah frekuensi perah pada payudara tersebut.
9.Tetap sabar, tenang, konsisten, dan jangan paksa bayi menyusu pada payudara yang kurang atau tidak disukainya. Bila dipaksa, bayi dapat trauma dan menjadi menolak menyusu sama sekali.
10. Selama bayi masih menolak menyusu pada payudara tersebut, tetaplah rutin memerah untuk menjaga produksi ASI dan mencegah masalah-masalah menyusui lainnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020