Penyebab dan Cara Penularan Flu Singapura pada Anak

6 Juni 2022 11:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dengan flu Singapura. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan flu Singapura. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Penyebaran kasus flu Singapura pada anak saat ini patut diwaspadai, Moms. Ya, meski belum ada data surveilans di Indonesia, namun, para dokter spesialis anak menemukan kecurigaan sejumlah kasus flu Singapura di berbagai rumah sakit atau klinik.
ADVERTISEMENT
Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease saat ini sedang menginfeksi banyak anak-anak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada 2009, penyakit yang menyerang kaki, tangan, dan mulut anak-anak ini pernah menyebabkan beberapa korban jiwa di Singapura.
Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak yang terinfeksi flu Singapura umumnya mengalami demam, nyeri badan, sariawan, dan kesulitan menelan. Di samping itu, timbul ruam kemerahan seperti cacar air di beberapa area tubuh anak, seperti di lengan, kaki, dan bokong juga merupakan gejala khas flu Singapura.
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
Lalu, apa penyebab dan bagaimana cara penularan flu Singapura pada anak?
Ilustrasi virus enterovirus, penyebab infeksi HFMD pada anak. Foto: Shutter Stock

Penyebab Flu Singapura pada Anak

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Infeksi dan Ahli Penyakit Tropis pada anak, DR. dr. Anggraini Alam, SpA(K) mengatakan, flu Singapura disebabkan oleh infeksi virus enterovirus.
ADVERTISEMENT
Enterovirus terbagi menjadi beberapa spesies, dan yang paling sering menyebabkan infeksi HFMD atau flu Singapura adalah coxsackievirus. Sementara itu, mengutip IDAI, spesies jenis human enterovirus 71 atau HEV 71 juga termasuk penyebab flu Singapura pada anak.

Cara Penularan Flu Singapura pada Anak

IDAI mengatakan, infeksi virus HFMD dapat disebarkan melalui cairan hidung atau ingus, air liur, kulit sariawan yang pecah, dan feses anak yang terinfeksi HFMD.
Ilustrasi anak menyentuh mainan orang lain. Foto: SUKJAI PHOTO/Shutterstock
dr. Anggi, sapaan akrab dr Anggraini, menyebut kontak erat dengan anak terinfeksi, seperti saat menyentuh permukaan atau barang yang tercemar virus, juga sangat berpotensi terjadinya penularan.
“HFMD yang ditularkan bisa melalui benda-benda, mainan anak, kemudian bisa juga melalui tangan yang secara tidak langsung menyentuh air liur, atau feses anak yang terinfeksi,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mencegah penularan flu Singapura pada anak adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti tidak meludah atau menyentuh mulut sembarangan, membiasakan menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, serta mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh permukaan atau benda di sekitar.