Kumparan Logo

Penyebab dan Gejala Depresi Antepartum pada Ibu Hamil

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu hamil depresi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil depresi. Foto: Shutterstock

Bisa hamil dan mengandung bayi di dalam perut menjadi momen yang membahagiakan bagi kebanyakan wanita. Namun, proses kehamilan yang panjang sering kali menimbulkan berbagai perubahan emosi yang signifikan setiap harinya.

Tak jarang, ibu hamil mengalami kesedihan, kesepian, hingga perasaan putus asa selama kehamilannya. Hal ini sebenarnya bagian dari kehamilan yang sehat, namun perubahan suasana hati yang ekstrem saat hamil juga bisa mengindikasikan kondisi serius seperti depresi antepartum.

Mengutip Very Well Family, depresi antepartum atau depresi selama kehamilan dapat menyebabkan ibu merasa terisolasi dan sendirian. Ibu hamil yang depresi akan mengalami perubahan dalam tidur, nafsu makan, dan emosi yang naik turun sehingga dapat mempengaruhi kesehatan dirinya dan bayi di dalam kandungan.

Lantas, apa penyebab depresi antepartum pada ibu hamil dan seperti apa gejalanya?

Penyebab Depresi Antepartum pada Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil depresi. Foto: Shutter Stock

Penyebab dan faktor risiko yang terkait dengan depresi antepartum berasal dari berbagai gangguan medis, sosial, dan psikologis. Meski sulit untuk menentukan penyebab pastinya, ada beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai sebagai berikut:

  • Riwayat depresi sebelum kehamilan.

  • Riwayat depresi pada anggota keluarga.

  • Kondisi medis kronis yang menyebabkan rasa sakit atau kelelahan.

  • Kecemasan dan stres berlebihan saat hamil.

  • Kurangnya dukungan sosial atau keluarga selama kehamilan.

  • Riwayat keguguran atau bayi lahir mati pada kehamilan sebelumnya.

  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

  • Komplikasi kehamilan.

  • Kualitas hubungan yang buruk.

  • Perubahan hormon selama kehamilan.

Gejala Depresi Antepartum pada Ibu Hamil

Ibu Hamil Depresi. Foto: Shutterstock

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memperkirakan bahwa 14-23 persen ibu akan mengalami beberapa gejala depresi selama kehamilan. Ini merupakan hal wajar bila ibu mengalami pasang surut emosi selama kehamilan sehingga menyebabkan kecemasan atau sedih berlebihan.

Kendati demikian, jika kondisi ini bertahan lama dan terus memburuk setiap harinya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan ya, Moms. Berikut ini beberapa gejala umum bila Anda mengalami depresi antepartum:

  • Perasaan sedih yang terus-menerus.

  • Merasa kosong dan putus asa.

  • Sering menangis meski tidak ada peristiwa yang memicunya.

  • Memiliki gangguan tidur baik kurang atau kelebihan waktu tidur.

  • Kehilangan minat terhadap beberapa hal yang disukai sebelumnya.

  • Kecemasan berlebihan soal kehamilan dan kelahiran.

  • Kekhawatiran yang terus-menerus tentang kemampuan untuk menjadi orang tua.

  • Ada keengganan untuk melakukan perawatan prenatal seperti kontrol kehamilan setiap bulan.

  • Menarik diri dari teman dan keluarga.

  • Timbul penyakit fisik seperti sakit kepala, kelelahan, pegal-pegal, dan nyeri yang tidak berhubungan dengan kehamilan.

  • Kenaikan berat badan tidak sesuai usia kehamilan karena penurunan nafsu makan.

  • Timbul keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Ya Moms, itulah penyebab dan gejala umum depresi antepartum yang bisa dialami ibu saat hamil. Ini merupakan masalah kesehatan yang berbahaya bagi ibu dan janin, namun depresi antepartum sebenarnya bisa diatasi dengan terapi, obat-obatan, dan perawatan diri. Oleh karenanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala tersebut.

kumparan post embed