Kumparan Logo

Penyebab Hipoglikemia pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dengan hipoglikemia. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan hipoglikemia. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Hipoglikemia atau kadar gula dalam darah berada di bawah kisaran normal juga bisa dialami oleh anak - anak, Moms. Ya, hipoglikemia dapat terjadi bila kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dl. Akibatnya, sel - sel di dalam tubuh anak tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Umumnya, hipoglikemia bersifat sementara, dan sebagian besar tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat terjadi berulang dan menyebabkan komplikasi, seperti kejang ataupun kerusakan otak.

Ilustrasi anak sakit kepala. Foto: Shutterstock

Gejala hipoglikemia pada anak bervariasi, seperti pusing, jantung berdebar, keringat berlebih, sakit kepala, warna kulit pucat, hingga perubahan suasana hati dan perilaku tanpa alasan yang jelas.

Penyakit ini cukup sering terjadi pada anak dengan diabetes tipe 1. Biasanya, hal ini disebabkan karena terlalu banyak insulin dalam darah atau disebut sebagai reaksi insulin.

Oleh karena itu, anak dengan diabetes dianjurkan untuk menjaga kadar gula dalam darah, agar tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Salah satu caranya adalah dengan membatasi makan makanan tinggi karbohidrat dan gula.

Selain reaksi insulin, apa saja penyebab hipoglikemia pada anak?

Penyebab Hipoglikemia pada Anak

Dikutip dari Mom Junction, beberapa penyebab lain hipoglikemia pada anak, yaitu:

  • Overdosis obat diabetes

  • Sering telat makan

  • Diare

  • Muntah

  • Cedera, infeksi, dan stres emosional

  • Penyakit genetik langka

Ilustrasi anak sedang diare Foto: Shutterstock

Meski jarang terjadi, hipoglikemia pada anak juga bisa disebabkan oleh:

  • Kekurangan hormon yang mengatur keseimbangan gula dalam darah

  • Penggunaan jenis insulin yang tidak sesuai

  • Efek samping dari operasi yang mengubah saluran pencernaan

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

  • Berpuasa

  • Aktivitas fisik yang berlebihan

Oleh karena itu, cobalah untuk mengecek kadar gula dalam tubuh anak melalui pemeriksaan darah secara rutin. Jika hasilnya tidak sesuai yang direkomendasikan, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

kumparan post embed