Penyebab Ibu Hamil Muntah-muntah Sebelum Melahirkan
·waktu baca 2 menit

Melahirkan menjadi momen yang dinanti namun juga menegangkan bagi ibu hamil. Sebab, mereka mungkin mengalami gejala menjelang persalinan yang tidak nyaman seperti kontraksi hebat hingga pecah ketuban.
Selain itu, beberapa ibu juga mungkin mengalami mual dan muntah-muntah sebelum melahirkan. Padahal, biasanya gejala mual dan muntah lebih sering dialami ibu saat hamil pada trimester pertama. Lantas, apa yang menjadi penyebab ibu muntah menjelang persalinan?
Kata Dokter soal Penyebab Ibu Hamil Muntah-muntah Sebelum Melahirkan
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, SpOG, menjelaskan bahwa kondisi mual dan muntah sebelum melahirkan memang sering kali terjadi, terutama pada ibu hamil yang memiliki rangsang nyeri rendah.
“Ini memang sering terjadi, terutama pada ibu hamil yang rangsang nyerinya itu rendah,” jelas dr. Dinda saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Menurut dokter yang praktik di Brawijaya Hospital Antasari ini, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah sebelum persalinan biasanya disebabkan oleh nyeri hebat yang dirasakan saat memasuki fase kontraksi teratur di mana rahimnya mulai mengeras.
“Paling sering kondisi mual dan muntah saat bersalin itu karena rasa nyeri yang dirasakan ibu hamil saat memasuki kontraksi yang teratur. Jadi, saat kontraksi teratur kan rahim mengeras, kemudian rasa sakit itu bisa memicu rasa cemas yang berpengaruh pada persarafan dari ususnya (sistem pencernaan) sehingga membuat ibu mual dan muntah,” ujar dr. Dinda.
Ya, rasa cemas yang dialami kebanyakan ibu hamil juga menjadi salah satu pemicu muntah-muntah sebelum melahirkan. Oleh karenanya, kondisi ini juga bisa dibilang normal jelang persalinan. Meski begitu, dr. Dinda menekankan, muntah sebelum persalinan tidak ada kaitannya dengan kondisi hormon ibu hamil, melainkan masalah pada saraf pencernaannya.
“Tapi sebenarnya kalau dari hormon itu tidak ada pengaruhnya, itu lebih dari persarafan pencernaannya. Jadi, ibu hamil itu enggak bisa bear the paint atau menahan rasa sakitnya (saat kontraksi), sampai akhirnya dia harus memuntahkan sesuatu.” pungkas dr. Dinda.
