Penyebab Keguguran di Trimester Ketiga

17 Januari 2022 16:57
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Keguguran kerap terjadi pada trimester pertama dan kedua. Meski begitu, keguguran juga dapat terjadi di trimester ketiga atau yang biasa disebut dengan lahir mati (stillbirth).
ADVERTISEMENT
Lahir mati adalah kondisi ketika janin meninggal di usia kandungan 20 minggu. Bayi mungkin telah meninggal dalam rahim beberapa minggu atau jam sebelum persalinan.
Lahir mati diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni:
  • Lahir mati dini: Janin meninggal antara 20 dan 27 minggu.
  • Lahir mati terlambat: Janin meninggal antara 28 dan 36 minggu.
  • Lahir mati aterm: Janin meninggal pada minggu ke-37 atau setelahnya.
Lantas, apa yang menyebabkan keguguran atau lahir mati di trimester ketiga?

Beberapa Hal yang Sebabkan Keguguran di Trimester Ketiga

Ilustrasi keguguran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keguguran. Foto: Shutter Stock
Ada banyak penyebab lahir mati, salah satunya adalah masalah plasenta atau tali pusat. Mengutip Mayo Clinic, plasenta adalah organ yang tumbuh di dalam rahim saat hamil, organ ini membantu bayi tumbuh dan berkembang dengan mengirimkan darah, oksigen, dan nutrisi melalui tali pusat.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sehingga, jika ada masalah plasenta atau tali pusat, maka pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terhambat hingga akhirnya menyebabkan keguguran. Penyebab selanjutnya adalah preeklamsia, yakni darah tinggi dan pembengkakan yang sering terjadi di akhir kehamilan.
Mengutip Cleveland Clinic, ibu hamil yang memiliki preeklamsia juga memiliki risiko dua kali lipat mengalami solusio plasenta atau lahir mati. Lupus yang dimiliki ibu juga dapat meningkatkan risiko lahir mati.
Ilustrasi keguguran.  Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keguguran. Foto: Thinkstock
Kemudian, lahir mati juga berisiko bagi ibu yang memiliki kelainan pembekuan darah seperti hemofilia. Penyakit lain juga terkadang dapat menyebabkan lahir mati, seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit tiroid, atau infeksi virus atau bakteri.
Lalu, jika gaya hidup ibu selama hamil tidak dijaga, maka akan meningkatkan risiko lahir mati. Sehingga, hindari minum alkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, atau merokok, Moms.
ADVERTISEMENT
Infeksi di usia kandungan 24 minggu dan 27 minggu juga dapat menyebabkan keguguran. Biasanya seperti infeksi bakteri yang menyebar dari vagina ke rahim, seperti bakteri streptokokus grup B, E. coli, klebsiella, enterococcus, Haemophilus influenza, klamidia, dan mikoplasma atau ureaplasma.
Trauma seperti kecelakaan mobil juga dapat mengakibatkan lahir mati. Sehingga jangan lupa untuk selalu menggunakan sabuk pengaman di bawah janin dan di antara payudara.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020