Kumparan Logo

Penyebab Munculnya Rasa Bersalah sebagai Orang Tua

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang tua merasa bersalah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua merasa bersalah. Foto: Shutter Stock

Di tengah gencarnya media sosial seperti saat ini, tak sedikit orang yang kerap memamerkan kehidupannya sebagai orang tua, seperti mengunggah momen kehamilan, melahirkan, hingga membuat postingan khusus tentang tumbuh kembang anaknya. Tak jarang, postingan seperti itu membuat orang tua lain merasa iri dan merasa bersalah karena tak bisa menjadi sosok seperti itu.

Lantas, mengapa rasa bersalah seperti itu kerap dirasakan oleh orang tua? Apakah hal itu wajar atau justru akan mempengaruhi proses pengasuhan anak? Simak penjelasannya sebagaimana dikutip dari Verywell Mind.

Mengapa Orang Tua Terkadang Merasa Bersalah?

Ilustrasi orang tua merasa bersalah. Foto: Shutter Stock

Menurut psikolog klinis dan professor di Universitas Yeshiva, Sabrina Romanoff, PsyD., rasa bersalah orang tua merupakan perasaan yang muncul ketika mereka harus membagi perhatian atau tanggung jawab antara mengasuh anak dan hal lain, seperti bekerja atau minat lainnya.

Misalnya saja, pada orang tua yang bekerja di luar rumah, mereka terkadang merasa bersalah karena tidak bisa menghabiskan waktu bersama anaknya.

Rasa bersalah pada orang tua bisa disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal biasanya datang dari dalam diri sendiri, salah satunya ekspektasi yang terlalu tinggi dalam mengasuh anak sekaligus bekerja. Sementara faktor eksternal disebabkan oleh tekanan dari luar, seperti pengaruh media sosial, campur tangan orang lain dalam pengasuhan anak, dan tekanan di tempat kerja.

Ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa orang tua kerap dihantui rasa bersalah, yaitu sebagai berikut.

  1. Merasa seperti tidak pernah sepenuhnya atau all-out dalam mengasuh anak atau bekerja,

  2. Merasa seperti melakukan sesuatu yang salah terus-menerus,

  3. Sulit menikmati waktu bersama anak,

  4. Lebih menekankan diri pada pekerjaan,

  5. Tidak punya waktu untuk diri sendiri,

  6. Tidak dapat melakukan hobi atau aktivitas yang disukai,

  7. Mengalami kecemasan atau depresi,

  8. Sulit tidur dan kurang nafsu makan,

  9. Merasa lelah dan stres sepanjang waktu,

  10. Kerap merasa gagal di rumah atau pun di tempat terjadi.

Rasa bersalah seperti itu umumnya dirasakan oleh orang tua baru, orang tua tunggal, dan orang tua yang memiliki keterbatasan, baik dari segi finansial maupun hal lainnya.

Dampak yang Muncul saat Orang Tua Merasa Bersalah

Ilustrasi ibu merasa bersalah karena tidak punya waktu untuk anaknya. Foto: Shutterstock

Saat merasa bersalah, beberapa orang tua terkadang menebus perasaan tersebut dengan hal lain yang mungkin tidak dibutuhkan oleh anak, misalnya sering membelikan hadiah, memberi uang saku lebih, hingga hal lain yang seolah merupakan “ganti rugi” atas kesalahan yang mereka lakukan.

Selain itu, perasaan tersebut juga membuat orang tua jadi kurang percaya diri hingga merasa gagal dalam mengasuh anak. Mereka mungkin juga sering membanding-bandingkan dirinya sendiri dengan orang tua lain.

Moms, rasa bersalah merupakan hal yang wajar dan mau tidak mau harus dihadapi. Meski begitu, perlu Anda sadari bahwa tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini. Jika perasaan bersalah tersebut terus mengganggu, jangan ragu untuk berbagi cerita ke orang yang dipercaya atau konsultasi ke psikolog.

kumparan post embed