Kumparan Logo

Penyebab Terjadinya Sindrom Iritasi Usus saat Hamil

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil mengalami iritasi usus. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil mengalami iritasi usus. Foto: Shutter Stock

Ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Salah satunya sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS). Mengutip Medical News Today, sekitar 75 persen ibu hamil melaporkan mengalami gangguan usus lebih dari satu kali selama trimester pertama.

Sindrom iritasi usus merupakan gangguan pada usus yang cukup sering menyebabkan sakit perut, sembelit, diare, kembung, mual, hingga muntah. Kondisi ini juga cukup sering terjadi pada ibu hamil.

Ibu hamil mual. Foto: Shutter Stock

Ya Moms, kehamilan dapat menyebabkan perubahan gerakan usus dan ketidaknyaman gastrointestinal. Sehingga, tak heran bila ibu hamil bisa mengalami sindrom ini.

Selain pergerakan usus, berikut beberapa penyebab lain terjadinya sindrom iritasi usus selama kehamilan, seperti dikutip dari Mom Junction.

kumparan post embed

Perubahan Hormonal

Pergerakan usus secara tidak langsung dipengaruhi oleh hormon kehamilan. Meningkatnya hormon estrogen bisa memengaruhi kinerja usus dan mengubah sinyal saraf. Akibatnya, usus menjadi hipersensitif dari biasanya.

Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan juga menyebabkan pelepasan serat otot polos, terutama untuk mengurangi kontraksi rahim dan menghindari kelahiran prematur. Hanya saja, kondisi ini mengakibatkan pergerakan usus besar menjadi lambat sehingga terjadi sembelit.

Psikologis Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil cemas. Foto: Shutter Stock

Selain perubahan fisik, ibu hamil juga kerap mengalami perubahan suasana hati, mental, hingga psikologis karena berbagai alasan. Misalnya saja karena stres. Ya, kondisi itu dapat mempengaruhi sinyal saraf yang dikirim dari otak ke usus, sehingga membuatnya lebih sensitif dan menyebabkan kontraksi di rahim.

Tekanan dari Rahim

Janin yang tumbuh dan berkembang di dalam kandungan akan menyebabkan tekanan pada sistem pencernaan ibu hamil. Tentunya hal ini dapat menyebabkan kram perut dan perubahan kebiasaan buang air besar.

Infeksi

Selain anak-anak, infeksi gastrointestinal juga bisa terjadi selama kehamilan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang terdapat pada usus. Umumnya, bakteri tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Kendati demikian, gangguan sistem pencernaan ini jarang menyebabkan komplikasi pada janin. Hanya saja, bila tidak segera diatasi bisa mengganggu kesehatan ibu hamil. Misalnya, diare yang berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi, dan mengejan terus menerus bisa melemahkan otot-otot panggul ibu hamil.