Penyebab Warna ASI Perah Bisa Berbeda-beda

Warna ASI perah bisa berbeda-berbeda setiap harinya. Kadang berwarna putih kekuning-kuningan, kadang merah, oranye, atau terkadang juga tampak berwarna putih bening.
Pada laman La Leche League International, organisasi non-pemerintah nirlaba yang memberi edukasi soal menyusui, menuliskan bahwa warna ASI perah dapat berbeda-beda karena berbagai faktor. Salah satunya adalah pengaruh makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.
Contohnya ibu menyusui mengkonsumsi wortel dan ubi. Kemungkinan akan menghasilkan warna ASI perah berwarna kuning-oranye. Hal ini dikarenakan pengaruh kandungan karoten yang terdapat pada wortel dan ubi. Tapi jangan khawatir, karoten sama sekali tidak berbahaya bagi bayi.
Bahan pewarna makanan dan minuman lain seperti yang terkandung di dalam minuman bersoda, jus kotak, minuman kaleng, dan makanan ringan yang mengandung gelatin, juga sering dihubungkan dengan penyebab warna ASI perah tampak merah muda atau merah muda oranye, Moms.
Sementara bila terlihat kehijaua, itu bisa karena Anda makan sayur-sayuran berwarna hijau dalam jumlah banyak, misalnya rumput laut, terutama bila dikonsumsi dalam bentuk tablet, suplemen zat besi, dan minuman energi.
Selain faktor makanan, ASI perah yang dibekukan juga dapat mempengaruhi warnanya dan biasanya tampak berwarna kekuningan. Kandungan foremilk dan hindmilk pada ASI juga bisa mempengaruhi warna ASI perah, Moms.
Foremilk adalah ASI pertama yang dihisap bayi saat menyusui atau biasa disebut ASI depan. Foremilk terlihat encer dan berwarna jernih. Sedangkan hindmilk adalah ASI yang ada pada bagian belakang sel atau disebut juga ASI belakang. ASI perah yang mengandung hindmilk akan terlihat berwarna putih atau putih kekuningan yang kental.
Selanjutnya, warna merah muda pada ASI perah bisa dikarenakan adanya darah yang tercampur di dalamnya. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti puting lecet, hisapan bayi terlalu kuat, serta penggunaan pompa yang salah.
Campuran darah yang sedikit dalam ASI tak masalah bagi si kecil, Moms. Dalam banyak kasus, masalah ini akan berhenti dengan sendirinya.
Sebaliknya, jika tidak sembuh dalam beberapa hari, atau darah yang keluar cukup banyak, konsultasikan ke dokter.
