Kumparan Logo

Perimenopause vs Menopause: Ini Bedanya yang Sering Bikin Bingung

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menopause. Foto: Chay_Tee/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menopause. Foto: Chay_Tee/Shutterstock

Seiring bertambahnya usia, perempuan akan memasuki fase alami dalam hidupnya yaitu masa menopause. Umumnya, proses ini mulai terjadi saat memasuki usia 40-an.

Namun, masih banyak yang sering tertukar antara perimenopause dan menopause. Padahal, keduanya adalah fase yang berbeda dalam satu proses yang sama. Agar tidak bingung, yuk kenali perbedaan, ciri-ciri, serta cara menyikapinya dengan lebih nyaman.

Perbedaan Perimenopause vs Menopause

Ilustrasi menopause. Foto: FAArt PhotoDesign/Shutterstock

Perimenopause adalah fase transisi sebelum menopause. Pada fase ini, kadar hormon dalam tubuh mulai berfluktuasi sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Fase ini biasanya berlangsung beberapa tahun (rata-rata sekitar 4 tahun, tetapi bisa lebih singkat atau lebih lama) dan umumnya dimulai di usia 40-an. Meski begitu, peluang untuk hamil masih tetap ada.

Sementara itu, menopause adalah fase ketika perempuan tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Kondisi ini menandai berakhirnya masa reproduksi, yang umumnya terjadi di usia 45–55 tahun.

Ciri-ciri dan Gejala

Perimenopause:

  • Siklus haid tidak teratur

  • Gejala mirip PMS dan perubahan mood

  • Hot flashes (sensasi panas mendadak)

  • Keringat malam

  • Vagina terasa kering

  • Gangguan tidur

Menopause:

Sebagian besar gejala menopause sebenarnya sudah mulai muncul sejak fase perimenopause. Namun, beberapa keluhan bisa terasa lebih menetap, seperti:

  • Gangguan tidur (insomnia) dan perubahan mood

  • Vagina kering hingga terasa nyeri saat berhubungan

  • Mudah lelah dan kulit terasa lebih kering

Cara Menjalani Fase Ini dengan Nyaman

Ilustrasi makanan yang mengandung nutrisi makro dan mikro. Foto: Shutterstock

Nah Moms, agar tetap nyaman, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Mengatur pola makan yang sehat dan seimbang

  2. Rutin berolahraga

  3. Mengelola stres dan mencukupi waktu tidur

  4. Menggunakan pelumas jika mengalami vagina kering

  5. Berkonsultasi ke dokter untuk penanganan yang sesuai, termasuk kemungkinan terapi hormon (HRT)

Hal yang Sebaiknya Dihindari

  1. Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan

  2. Makanan tinggi garam dan lemak

  3. Kebiasaan merokok

  4. Kurang aktivitas fisik

Selain itu, jangan abaikan gejala yang tidak biasa ya, Moms. Jika mengalami perdarahan setelah menopause, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan.