Perkembangan Janin Usia 20 Minggu, Seperti Apa?

26 Desember 2020 9:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perkembangan Janin Usia 20 Minggu Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Perkembangan Janin Usia 20 Minggu Foto: Freepik
ADVERTISEMENT
Perkembangan janin jadi salah satu hal yang sering membuat ibu hamil penasaran. Apalagi, bila kini Anda telah melewati setengah jalan masa kehamilan alias 20 minggu. Wah, selamat ya, Moms!
ADVERTISEMENT
Di usia kandungan tersebut, perut Anda pasti sudah semakin terlihat menonjol dan berat badan kian bertambah. Di masa kehamilan 20 minggu, janin juga sudah berkembang sangat pesat, Moms.
Umumnya, janin berusia 20 minggu sudah seukuran buah pisang dengan panjang sekitar 16,5 cm dan berat 280 gram. Jika Anda melakukan USG pada usia kehamilan ini, bila beruntung Anda mungkin bisa melihat si kecil yang sedang mengisap jarinya!
Selain itu, masih banyak lagi perkembangan janin di usia 20 minggu kehamilan. Apa saja, ya?

Perkembangan Janin Usia 20 Minggu

Perkembangan Janin Usia 20 Minggu Foto: Shutterstock
Pada janin berusia 20 minggu, mereka sudah memproduksi mekonium di ususnya atau kotoran pertama yang keluar saat lahir nanti. Kemudian, jika bayi Anda perempuan, rahimnya juga sudah mulai terbentuk di usia 20 minggu ini.
ADVERTISEMENT
Biasanya pada usia 20 minggu, ibu hamil sudah mulai merasakan tendangan janin. Selain itu, indra perasa janin juga sudah dapat mengirimkan sinyal rasa ke otak, dan menelan molekul makanan yang ibu makan dan masuk ke cairan ketuban.
Para peneliti tidak yakin apakah janin dapat merasakan molekul-molekul ini, tetapi mengutip Baby Center, beberapa penelitian menunjukkan bahwa apa yang Anda makan selama kehamilan dapat memengaruhi makanan yang disukai bayi nantinya.

Yang Ibu Hamil Rasakan saat Janin Berusia 20 Minggu

Yang Ibu Hamil Rasakan saat Janin Berusia 20 Minggu Foto: Freepik
Mengutip Raising Children, rahim Anda saat ini sudah mulai memenuhi banyak ruang di perut, sehingga menekan organ lainnya seperti jantung dan paru-paru memiliki ruang yang lebih sedikit. Jadi terkadang Anda mungkin merasa sedikit sesak, terutama saat berbaring telentang. Untuk mengatasinya, saat tidur Anda bisa meletakkan bantal di salah satu kaki atau mungkin keduanya.
ADVERTISEMENT
Biasanya, di kehamilan 20 minggu beberapa ibu hamil juga merasa nafsu makannya sangat tinggi. Namun beberapa lainnya justru mulai merasakan heartburn atau GERD akibat asam lambung naik dan membuat sensasi terbakar di sekitar dada hingga tenggorokan.
Dilansir What To Expect, untuk mengatasi heartburn secara sementara, cobalah mengunyah permen karet tanpa gula setelah makan. Peningkatan air liur yang dihasilkan dapat menetralkan asam lambung dan membantu memaksa cairan kembali ke lambung.
Ibu hamil juga mulai merasakan pergelangan kakinya membengkak atau sering disebut sebagai edema. Bila Anda mengalaminya, pastikan menggunakan sepatu yang nyaman dan tidak ketat ya, Moms. Selain itu, hindari juga penggunaan kaus kaki ketat yang menghambat aliran darah.
Ada beberapa gejala kehamilan lainnya saat memasuki usia 20 minggu, seperti sakit kepala sesekali, kram kaki, pingsan, hingga pusing. Namun jangan terlalu khawatir, sebab selama Anda menikmati proses kehamilan, cukup istirahat, dan makan makanan bergizi, maka melewati masa kehamilan di usia 20 minggu akan terasa lebih menyenangkan.
ADVERTISEMENT

Yang Perlu Ibu Hamil Lakukan saat Janin Berusia 20 Minggu

Yang Perlu Ibu Hamil Lakukan saat Janin Berusia 20 Minggu. Foto: Shutterstock
Di usia kehamilan 20 minggu, tanyakan kepada dokter mengenai suplemen atau makanan kaya zat besi yang harus Anda konsumsi. Hal tersebut karena persediaan zat besi di tubuh Anda sudah hampir habis. Namun si kecil masih memerlukan zat besi dari sel darah merah, sehingga jika kekurangan zat besi, Anda berisiko mengalami anemia atau kadar zat besi rendah.
Anda juga bisa mulai mempelajari soal braxton hicks atau gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan atau kontraksi palsu. Ya, kontraksi ini disebut sebagai kontraksi palsu dengan tujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah ke dalam plasenta. Biasanya kontraksi ini terjadi pada trimester kedua atau ketiga.
ADVERTISEMENT
Ciri-cirinya antara lain kontraksinya tidak teratur, sensasi yang ditimbulkan lebih cenderung tidak nyaman daripada menyakitkan, kontraksi berada di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil, dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.
Mengutip The Bump, gejala ini tidak akan membuat Anda tiba-tiba melahirkan, namun jika terus menerus terasa dan berkepanjangan, lebih baik segera temui dokter ya, Moms.