Mom
·
14 Januari 2021 8:00

Perkembangan Janin Usia 30 Minggu yang Perlu Ibu Hamil Tahu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Perkembangan Janin Usia 30 Minggu yang Perlu Ibu Hamil Tahu (434275)
Perkembangan Janin Usia 30 Minggu yang Perlu Ibu Hamil Tahu Foto: Shutterstock
Memasuki usia kehamilan 30 minggu, ibu hamil mungkin sudah menyiapkan beragam kebutuhan untuk kelahiran bayi nanti. Ya Moms, di usia itu, Anda sudah memasuki trimester ketiga kehamilan dan berat badan janin Anda sudah bertambah pesat.
ADVERTISEMENT
Pada usia 30 minggu, bayi telah memiliki panjang sekitar 41 sentimeter dengan berat 1,523 gram, kira-kira sudah sebesar kol, Moms. Selain itu, kira-kira, apa saja ya, perkembangan janin lainnya?

Perkembangan Janin Usia 30 Minggu

Perkembangan Janin Usia 30 Minggu yang Perlu Ibu Hamil Tahu (434276)
Perkembangan Janin Usia 30 Minggu. Foto: Shutterstock
Di minggu ini, sel kulit bayi Anda membuat pigmen yang memberi warna pada kulitnya, tetapi kebanyakan produksi melanin tidak terjadi sampai setelah lahir. Penglihatan bayi pun sudah mulai berfungsi.
Jika Anda memainkan senter di depan perut, bayi sudah bisa mengikuti sumber cahaya. Very Well Family melansir, pupil matanya juga mampu mengerut dan mengembang, memungkinkan matanya untuk membiarkan cahaya masuk lebih banyak atau lebih sedikit.
Otak bayi juga sudah memiliki bentuk yang sempurna dan mampu mengatur suhu tubuhnya bersamaan dengan sel-sel lemak. Sehingga, rambut halus pada tubuhnya yang disebut dengan lanugo sudah mulai menghilang. Namun mungkin, saat lahir masih ada beberapa lanugo yang tersisa di punggung atau bahunya.
ADVERTISEMENT
Perkembangan lainnya pada janin berusia 30 minggu yakni sumsum tulangnya yang telah mengambil alih produksi sel darah merah. Sebelumnya, kelompok jaringan dan limpa yang menangani produksi sel darah tersebut. Ini menjadi tonggak yang penting karena berarti bayi sudah mampu berkembang sendiri begitu lahir.

Yang Terjadi pada Ibu Hamil saat Usia Janin 30 Minggu

Perkembangan Janin Usia 30 Minggu yang Perlu Ibu Hamil Tahu (434277)
Yang Terjadi pada Ibu Hamil saat Usia Janin 30 Minggu Foto: Freepik
Beberapa ibu mungkin akan merasakan lagi gejala awal kehamilan. Seperti terus menerus buang air kecil karena kepala bayi yang sudah menekan kandung kemih, payudara yang mengeras karena bersiap untuk memproduksi ASI, kelelahan, dan mulas.
Mengutip What to Expect, ibu hamil usia 30 minggu juga mungkin akan merasakan gangguan pencernaan. Di mana seolah-olah ada api yang menyembur di tenggorokan, ini merupakan penyakit kehamilan yang normal dan umum, namun memang sangat mengganggu.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut terjadi karena rahim Anda yang membesar, sekarang menekan perut hingga terasa sangat panas. Jadi lebih baik hindari makanan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, seperti masakan pedas, berlemak atau digoreng, coklat dan saus tomat, makanlah dalam porsi kecil dan jangan berbaring saat ngemil atau tepat setelah makan.
Selain itu, ibu hamil juga mungkin akan merasakan kembung kaki dan pergelangannya bengkak, sembelit, hingga mulai muncul stretch marks.

Yang Perlu Ibu Hamil Lakukan pada Usia Kehamilan 30 Minggu

Perkembangan Janin Usia 30 Minggu yang Perlu Ibu Hamil Tahu (434278)
Yang Perlu Ibu Hamil Lakukan pada Usia Kehamilan 30 Minggu Foto: Freepik
Jika Anda merasakan sesak napas pada kehamilan minggu ini, cobalah untuk tidur dalam posisi setengah duduk ke sisi kiri dengan bantal yang menopang. Mulai gunakan juga sepatu atau sandal yang flat untuk mencegah jatuh dan tentunya kenyamanan Anda.
ADVERTISEMENT
Saat sedang melakukan cek rutin ke dokter, tanya soal episiotomi atau irisan bedah pada perineum yakni area otot antara vagina dan anus yang biasanya digunting sebelum melahirkan untuk memperbesar jalan keluarnya bayi. Pastikan bahwa dokter atau bidan yang menangani mendapatkan persetujuan Anda jika proses tersebut harus dilakukan.
American College of Obstetricians and Gynecologists sekarang merekomendasikan agar episiotomi tidak perlu dilakukan jika memang tidak mendesak. Anda juga harus minum air putih yang banyak, jangan sampai dehidrasi agar cairan ketuban tidak berkurang. Kemudian, jika memang dokter menyarankan diet, lakukan dengan hati-hati ya, Moms. Sebab, Anda harus paham dengan kandungan makanan yang dikonsumsi demi tumbuh kembang janin yang optimal.