kumparan
13 April 2018 11:35

Perlukah Anak Ikut Bimbel?

Ilustrasi bimbel (Foto: Thinkstock)
Bimbingan belajar atau akrab disebut bimbel, mudah Anda temui di berbagai sudut kota. Bahkan, ikut bimbel seolah sudah jadi ‘hal wajib’ untuk pelajar terutama bila mereka memasuki tahun akhir rentang sekolahnya atau menghadapi masa ujian.
ADVERTISEMENT
Bimbel tidak hanya jadi penyelamat yang membantu anak menghadapi kesulitan belajar yang mungkin dialaminya, tapi untuk sebagian orang juga dianggap penjamin kelulusan anak.
Bimbel sendiri adalah tempat belajar non formal yang berfungsi untuk membantu siswa mendalami materi pelajaran sekolah. Apabila sekolah anak sudah memberikan pelajaran yang lengkap, biasanya tempat bimbel akan merangkumnya dan menjadikan bahan rangkuman tersebut sebagai soal-soal untuk melatih kemampuan anak.
Tapi sebenarnya, apakah bimbel benar-benar diperlukan?
Ilustrasi anak belajar (Foto: Thinkstock)
Perlu tidaknya kembali pada kebutuhan anak Anda sendiri, Moms. Demikian menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan UI, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psi. "Jika anak memang merasa perlu lebih banyak melatih kemampuannya menghadapi berbagai jenis soal dan membiasakan diri dengan situasi tes, khususnya untuk anak2 yang akan menghadapi ujian kelulusan atau ujian masuk sekolah lanjutan seperti SBMPTN, ” ujar saat diwawancarai langsung oleh kumparanMOM (kumparan.com) Rabu (11/4)
ADVERTISEMENT
Ada banyak alasan mengapa anak perlu mengikuti kelas bimbel atau les. Misalnya, jika Anda adalah orang tua yang sibuk dan tidak sempat mengajarkan pelajaran sekolahnya, maka akan disarankan agar anak mengikuti kelas bimbel.
Lalu, jika anak memang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan nilai akademisnya di sekolah, bimbel juga sangat diperlukan oleh anak. Namun Vera menegaskan bahwa bukan berarti dengan ikut bimbel, Anda lantas lepas kendali atau lepas tangan terhadap anak Anda, Moms.
Kendali tetap harus berada di tangan orang tua. Guru bimbel atau guru les memang bisa membantu kegiatan belajar mengajar anak. Tapi orang tua juga harus meninjau perkembangan nilai anak.
Ilustrasi anak belajar (Foto: Thinkstock)
Menurut Vera, orang tua perlu mengetahui bagaimana cara mengajar yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga les yang ada. Apapun kondisinya, sesibuk apapun Anda dengan pekerjaan di kantor, Anda tetap harus meluangkan waktunya untuk anak. Meski hanya beberapa jam saja.
ADVERTISEMENT
Selain mengetahui kemajuan anak dibidang pendidikan, meluangkan waktu untuk anak juga bagus untuk keharmonisan keluarga Anda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan