Pertolongan Pertama Jika Anak Kena Semprotan Busa Sabun di Kolam Renang

14 Agustus 2022 14:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi wahana busa sabun di kolam renang anak. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wahana busa sabun di kolam renang anak. Foto: istimewa
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu lalu, sebuah video yang berlokasi di kolam renang atau waterpark viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak petugas kolam renang menyemprotkan busa sabun atau foam ke kolam renang anak. Anak-anak yang berada di kolam tersebut tampak asyik bermain busa. Namun, ada satu anak yang terlihat seperti kesulitan bernapas setelah terkena busa.
ADVERTISEMENT
“Ini contohnya si kakak Hanum, awalnya dia bahagia banget ketika mesin bubble dinyalakan. Malah dia berada dekat sekali dengan mesin tersebut. Tiba-tiba dia mendekati saya dan saya lihat wajahnya begitu panik dan seperti mau muntah. Saya ajak dia ke samping kolam untuk membilas bubble-bubble yang masih berada di wajah dan kepala dia dan mencoba menenangkan dia,” tulis pengunggah video dalam kolom caption yang diduga merupakan ayah dari anak tersebut.
Video tersebut pun menjadi sorotan terkait keamanan semprotan busa sabun di kolam renang. Berdasarkan keterangan dari SafeKids Indonesia, komunitas nirlaba yang bergerak di bidang keselamatan keluarga dan anak, wahana busa sabun sebenarnya bukan aktivitas baru. Selama ini, masyarakat tidak menyadari bahayanya, sampai akhirnya ada video yang viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Foam dapat menyebabkan iritasi mata karena termasuk bahan kimia. Ada risiko tertelan dan tersedak juga,” tulis keterangan yang disampaikan oleh perwakilan sekaligus inisiator SafeKids Indonesia, Wahyu Setyawan Minarto, S.T, B.Eng atau yang akrab disapa Paman Billie pada Jumat (12/8).
Selain itu, anak yang terperangkap di dalam busa sabun yang menumpuk di kolam renang juga dapat mengalami asphyxia atau kekurangan oksigen. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keracunan dan gangguan pencernaan.
“Ekstra foam yang bertebaran di sekitar kolam juga dapat menambah licin kolam, sehingga meningkatkan risiko terpeleset dan jatuh,” lanjutnya.
Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua bila wajah anak terkena semprotan busa sabun seperti video di atas?

Anak Terkena Semprotan Busa Sabun, Ini Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan

Ilustrasi wahana busa sabun di waterpark. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wahana busa sabun di waterpark. Foto: Shutterstock
Ada prosedur umum yang perlu dilakukan jika anak terkena semprotan busa sabun, yaitu:
ADVERTISEMENT
  1. Pastikan diri sendiri aman saat ingin menolong anak. Hindari membahayakan diri sendiri.
  2. Bawa anak keluar kolam. Jika ia masih sadar, tanyakan apa keluhannya.
  3. Jika busa sabun masuk ke mata, larang anak untuk mengucek matanya. Basahi matanya dengan air bersih atau air putih, bukan air kolam.
  4. Jika ada busa yang masuk ke mulut atau tertelan, keluarkan busa yang masih tersisa di mulut. Jangan paksa anak untuk mengeluarkan busa yang sudah tertelan karena bisa membuatnya tersedak.
  5. Jika anak tidak sadarkan diri, lakukan resusitasi jantung paru-paru (RJP), yaitu pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas.
  6. Segera bawa anak ke bagian medis jika diperlukan.
Selain pertolongan pertama, ada beberapa langkah pencegahan yang juga bisa dilakukan orang tua untuk menjaga anak dari semprotan busa sabun, seperti.
ADVERTISEMENT
  1. Pakaikan anak kacamata renang.
  2. Selalu awasi anak saat bermain di area wahana tersebut.
  3. Atur jarak aman agar anak tidak terlalu dekat dengan mesin semprotan busa.
  4. Hindari tempat atau bagian kolam yang terdapat busa yang menggunung.
  5. Menginformasikan pada pihak kolam renang jika ada hal-hal yang perlu diperhatikan terkait keamanan wahana tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020