Kumparan Logo

Pertolongan Pertama untuk Atasi Luka di Kepala Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kepala anak luka. Foto: kdshutterman/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepala anak luka. Foto: kdshutterman/Shutterstock

Bermain adalah salah satu aktivitas yang digemari anak. Dengan bermain, mereka bereksplorasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Namun, ada beberapa risiko yang bisa terjadi saat anak bermain, misalnya saja terjatuh atau cedera.

Ya Moms, hal ini wajar terjadi bila anak sering melakukan aktivitas yang melibatkan fisik, seperti bermain. Bahkan, bagian tubuh anak seperti kepala, bisa saja terbentur hingga menimbulkan luka dan berdarah. Tentunya, hal ini bisa membuat orang tua panik.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua memahami pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat kepala anak terluka hingga mengeluarkan darah.

Ilustrasi anak terjatuh saat main. Foto: Alexandr Grant/Shutterstock

Nah Moms, untuk membantu Anda memahaminya, berikut beberapa tips yang diberikan oleh SafeKids Indonesia di acara Weekend Seru Festival Hari Anak (FHA) 2022, beberapa waktu lalu.

Cara Atasi Luka di Kepala Anak

Ilustrasi bersihkan luka di kepala anak. Foto: Ivana P. Nikolic/Shutterstock
  1. Dudukkan anak di kursi dengan posisi badan condong ke depan. Hal ini dilakukan agar darah luka tersebut tidak jatuh ke baju.

  2. Sambil mempersiapkan perlengkapan yang digunakan, berikan kain berisi es batu yang digunakan untuk mengompres bagian kepala yang terluka. Cara ini juga bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi di luka tersebut.

  3. Kemudian, bersihkan area luka menggunakan kasa steril yang telah direndam air dingin. Hal ini juga bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri dan bengkak.

  4. Lalu, berikan cairan antiseptik di sekitar luka menggunakan cotton bud. Jika terasa perih, lakukan cara ini secara perlahan.

  5. Jika dirasa sudah bersih, tutup luka menggunakan plester khusus luka untuk mencegah terjadinya infeksi.

Setelah itu, Anda perlu mengingatkan si kecil bahwa luka perlu ditutup agar bisa sembuh total. Oleh karena itu, hindari menyentuh luka tersebut agar tidak terpapar bakteri. Selain itu, penting untuk mengganti plester secara berkala bila basah akibat keringat atau terkena air.

Kendati demikian, sebaiknya Anda tetap mendampingi anak setidaknya selama 24 jam setelah benturan terjadi. Apabila muncul mual dan muntah, pandangan buram, hingga penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

kumparan post embed