Perubahan Psikologis yang Dialami Bumil dari Trimester Kandungannya

Perubahan suasana hati yang sering dialami oleh ibu hamil atau bumil memang sudah menjadi hal yang umum terjadi. Namun ternyata perubahan mood ini berbeda berdasarkan trimester yang dilalui oleh bumil.
Menurut psikolog Tara de Thouars, BA, M.Psi, trimester pertama merupakan masa kehamilan yang paling sering membuat bumil tak bisa mengontrol emosi mereka. Hal ini dikarenakan mereka perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialami.
Memasuki usia kehamilan di trimester kedua dianggap Tara sebagai masa kehamilan yang membutuhkan peran suami lebih banyak, karena di masa ini bumil akan merasa membutuhkan perhatian lebih dari pasangan. Dan memasuki trimester ketiga, perubahan psikologis yang sering dialami bumil adalah kecemasan tingkat tinggi mengenai kelancaran saat melahirkan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perubahan psikologis apa saja yang akan terjadi pada bumil per trimesternya, kumparan (kumparan.com) telah merangkum jenis perubahan tersebut berdasarkan penjelasan dari psikolog Tara de Thouars, BA, M.Psi yang ditemui kumparan (kumparan.com) di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (24/8).
Trimester Pertama

"Biasanya di trimester pertama, kekhawatiran yang terjadi lebih mengarah pada keadaan bayi yang diperkirakan akan baik-baik saja ketika bayi berada dibawah usia kandungan tiga bulan," papar Tara.
Penyesuaian diri dengan aktivitas dan perubahan fisik juga dirasa dapat mempengaruhi sisi psikologis bumil. Morning sickness yang diikuti dengan gejala muntah dan mual diawal kehamilan membuat suasana hati bumil berubah, akibatnya bumil jadi lebih sensitif.
Tara mengungkapkan jika mencari tempat berbagi dengan bercerita terhadap teman yang lebih berpengalaman ternyata bisa mengatasi perubahan psikologis yang dialami bumil. Istirahat yang cukup serta relaksasi atau melakukan me time perlu dilakukan karena bumil harus sering-sering memanjakan dirinya sendiri.
Trimester Kedua

"Perubahan fisik yang mulai terlihat membuat para wanita menganggap dirinya sudah tak menarik lagi, terutama di depan suami. Hal ini berakibat pada penurunan rasa percaya diri yang dialami oleh kebanyakan bumil," ungkapnya.
Bumil akan membutuhkan lebih banyak atensi dari lingkungan dan membutuhkan perhatian lebih dari suami. Di trimester kedua, bumil akan merasa bergantung pada pasangan yang menyebabkan dorongan seksual meningkat dan sering mempertanyakan kehadiran pasangan.
Jika mengalami masalah tersebut, ada baiknya untuk bumil memperkuat komunikasi yang positif dengan pasangan. Wanita juga perlu membicarakan kekhawatiran yang ia rasakan kepada pasangan atau teman cerita.
Melakukan hal-hal yang menyenangkan dengan pasangan serta memanjakan diri dan meningkatkan penampilan bisa menjadi solusi bumil pada trimester kedua.
Trimester Ketiga

"Trimester ketiga lebih fokus kepada perubahan fisik yang semakin terlihat. Lalu, mulai adanya keterbatasan fisik dan aktivitas yang dialami oleh bumil sehingga membuatnya tak nyaman saat berada di lingkungan sekitar," ujar Tara.
Bumil juga akan merasakan kecemasan-kecemasan mengenai cara melahirkan, kondisi fisik bayi nantinya saat lahir, rasa takut sakit yang dialami oleh para ibu yang melahirkan, serta kekhawatiran kelancaran saat melahirkan.
Hal yang bisa dilakukan para bumil saat memasuki usia kandungan ini adalah dengan memperbanyak edukasi mengenai proses melahirkan serta mencari tahu apa saja yang harus dipersiapkan bumil menjelang kelahiran bayi. Memperbanyak relaksasi juga butuh dilakukan bumil demi menjaga perubahan psikologis yang dialaminya.
