Mom
·
7 November 2020 19:10

Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya? (466636)
searchPerbesar
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock
Selain sebagai faktor penunjang keharmonisan rumah tangga, berhubungan seks juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan Anda dan suami. Ya Moms, berhubungan seks dengan rutin mampu meredakan dan mencegah berbagai penyakit berbahaya. Namun sayangnya, tidak semua sesi bercinta berakhir baik.
ADVERTISEMENT
Kadang kala mungkin kita merasakan gejala-gejala gangguan kesehatan yang tidak biasa dan kerap mengganggu setelah bercinta. Salah satunya adalah masalah perut kembung. Bahaya enggak ya hal itu?
Sebenarnya, perut kembung setelah bercinta adalah hal yang wajar terjadi karena penetrasi yang terlalu dalam dan berulang. Akibatnya, udara dari luar masuk ke rongga perut dan membuat perut kembung.
Yang normal, perut kembung yang terjadi setelah berhubungan intim akan hilang dengan sendirinya. Namun bila disertai rasa sakit dan nyeri, Anda mesti waspada.
Bisa jadi ini tanda-tanda penyakit, Moms. Dilansir Steady Health, berikut adalah 7 penyebab perut kembung usai berhubungan seks.

7 Penyebab Perut Kembung Usai Berhubungan Seks

Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya? (466637)
searchPerbesar
Perut kembung setelah berhubungan seks. Foto: Unsplash

1. Servisitis

Radang leher rahim (serviks) atau bisa disebut juga Servisitis adalah penyakit yang disebabkan oleh penyakit kelamin menular seperti klamidia, gonore, herpes simpleks, trikomoniasis, atau karena benda fisik atau kimia. Selain perut kembung setelah seks yang juga terasa sakit, gejala khas servisitis lainnya adalah perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi, nyeri saat seks, dan keluarnya keputihan abnormal.
ADVERTISEMENT

2. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah suatu kondisi di mana kantung berisi cairan di dalam ovarium. Namun umumnya kista ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Tetapi jika ukuran kistanya besar, Anda akan mengalami nyeri panggul di perut bagian bawah, perut terasa penuh, dan kembung.

3. Kanker Ovarium

Mengalami sakit perut dan kembung setelah bercinta dapat langsung membuat Anda mencurigai kondisi yang terburuk, yaitu kanker ovarium. Gejala yang muncul antara lain seperti sakit perut dan punggung, tekanan perut atau panggul akibat kembung, penurunan dan kenaikan berat badan secara tiba-tiba, pendarahan vagina, sering kentut, dan merasakan mual disertai muntah.

4. Kelainan Uterus

Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya? (466638)
searchPerbesar
Ilustrasi pasangan ejakulasi dini Foto: Shutterstock
Satu dari empat wanita mungkin memiliki rahim terbalik atau retroverted uterus. Rahim terbalik adalah kondisi yang terjadi ketika posisi rahim sedikit miring ke arah panggul. Kelainan uterus ini biasanya tidak menimbulkan masalah apa pun, tetapi terkadang dapat menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan, terutama pada posisi tertentu.
ADVERTISEMENT
Beberapa kelainan rahim juga menyebabkan masalah selama kehamilan. Jadi menyadarinya sebelum Anda mencoba untuk hamil adalah hal yang baik.

5. Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi yang meluas pada organ reproduksi wanita; rahim, saluran tuba, dan ovarium. Gejalanya meliputi nyeri panggul saat berhubungan seks dan buang air kecil, pendarahan vagina, demam, dan infertilitas.

6. Endometriosis

Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya? (466639)
searchPerbesar
Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstocks
Endometriosis, suatu kondisi di mana jaringan rahim (endometrium) juga menyerang area lain dari sistem reproduksi dan bahkan lebih jauh. Penyebabnya bisa membuat kembung dan nyeri panggul, termasuk nyeri setelah berhubungan seks. Haid yang berat dan menyakitkan serta perdarahan antar haid adalah gejala umum lainnya.

7. PCOS

Kelainan PCOS Polycystic Ovarian Syndrome bisa menyebabkan produksi androgen berlebih. Wanita dengan PCOS memiliki metabolisme yang berubah, sering menderita resistensi insulin, mungkin berjuang melawan ketidaksuburan, dan sering mengalami obesitas. Gejalanya bisa berupa menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan, dan penambahan berat badan, nyeri selama atau setelah hubungan seksual
ADVERTISEMENT
Nah jika berlanjut terus-menerus, segeralah temui dokter untuk penanganan lebih lanjut, Moms.