Mom
·
15 September 2020 12:08

Plus Minus Persalinan dengan Metode ILA

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Plus Minus Persalinan dengan Metode ILA (135329)
Ilustrasi ibu melahirkan normal dengan metode ILA. Foto: Shutter Stock
Persalinan bisa jadi merupakan momen yang paling mendebarkan bagi setiap ibu hamil. Bagaimana tidak, Anda harus bertaruh nyawa demi melahirkan bayi yang selama kurang lebih 9 bulan berada dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
Apalagi, jika ingin melahirkan secara normal. Meski ada rasa senang akan bertemu si kecil, umumnya ibu hamil akan merasa cemas dan takut juga membayangkan prosesnya. Sakit enggak, ya?
Namun kini dengan kemajuan ilmu kedokteran, rasa sakit yang biasa dialami pada saat melahirkan normal dapat diminimalisir, Moms! Yaitu dengan penggunaan obat pengurang nyeri atau istilah medisnya dikenal dengan analgesik. Metode ini dinamakan ILA (Intra Labour Anesthesia) atau biasa disebut dengan metode Salsabila.
Lalu, kira-kira seperti apa cara kerja metode ILA tersebut dan apa plus-minusnya?
Plus Minus Persalinan dengan Metode ILA (135330)
Ilustrasi ibu hamil akan melahirkan. Foto: Shutterstock

Persalinan dengan Metode ILA yang Perlu Ibu Ketahui

dr. Grace Valentine, SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan menjelaskan, metode ILA merupakan anestesi yang dilakukan saat persalinan untuk menghilangkan atau mengurangi nyeri persalinan. ILA dapat dilakukan dengan teknik epidural atau spinal atau combined spinal epidural (CSE).
ADVERTISEMENT
Ya Moms, biasanya metode ILA atau Salsabila ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat ke saraf tulang belakang bagian bawah pada saat persalinan memasuki pembukaan 4 atau lebih. Sehingga reaksi dari obat tersebut juga akan membuat ibu mati rasa pada bagian pinggang hingga kaki.
"Salah satu cara melakukan ILA adalah dengan melakukan anestesi epidural di mana dilakukan pemasangan selang kecil di ruang tulang belakang dan dimasukkan cairan obat anestesi sehingga menyebabkan nyeri persalinan dihilangkan sementara," kata dr. Grace kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Puri Indah, Jakarta Barat ini juga memaparkan beberapa keuntungan maupun hal-hal yang perlu Anda waspadai saat ingin lakukan persalinan menggunakan metode ILA. Apa saja?
Plus Minus Persalinan dengan Metode ILA (135331)
Ilustrasi Detik-detik Menjelang Persalinan Foto: Shutterstock

Keuntungan Persalinan dengan Metode ILA

-Efektif menghilangkan atau mengurangi nyeri.
ADVERTISEMENT
-Umumnya bersifat aman.
-Ibu masih dapat bergerak.
Plus Minus Persalinan dengan Metode ILA (135332)
Ilustrasi persalinan. Foto: Shutter Stock

Hal yang Perlu Ibu Waspadai pada Metode ILA

-Ada risiko menurunnya tekanan darah ibu. Oleh karena itu, pastikan sudah terpasang infus sebelum pemasangan ILA dan tekanan darah wajib dipantau selama ILA.
-Kemajuan persalinan lebih lambat.
-Menurunnya dorongan ibu untuk mengejan saat pembukaan lengkap sehingga lebih berisiko terjadi persalinan dengan bantuan alat seperti vakum.
-Detak jantung janin harus dipantau ketat selama ILA.
-Beberapa ibu hamil kehilangan sensasi pada tungkai bawah selama beberapa jam.
Namun perlu diingat, apa pun metode persalinan yang Anda atau suami inginkan, lebih baik diskusikan terlebih dulu dengan dokter kandungan Anda, Moms. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi tiap ibu berbeda sehingga dokter tentu akan memberikan rekomendasi metode persalinan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil demi keselamatan diri Anda sendiri maupun bayi di dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
"Sebelum menjalani ILA pada persalinan normal, sebaiknya ibu hamil dan suaminya mendiskusikan dahulu mengenai ILA dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ya," saran dr. Grace.