Kumparan Logo

Pneumonia Bisa Sebabkan Kematian, Jangan Ragu Vaksinasi Anak!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K) - Pakar Kesehatan Anak dan Vaksinasi di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K) - Pakar Kesehatan Anak dan Vaksinasi di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dikutip dari Kemenkes, kematian akibat pneumonia terjadi setiap 43 detik. Ini berarti 700 ribu anak meninggal setiap tahunnya karena pneumonia. Ini begitu miris, mengingat pneumonia seharusnya bisa dicegah dengan vaksinasi.

Pakar Kesehatan Anak dan Vaksinasi, dr. Wahyuni Indrawati, Sp.A(K) juga menyebut, pencegahan pneumonia tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, tetapi juga perlu adanya upaya bersama melalui vaksinasi.

hypervirulent Klebsiella pneumoniae (hvKp). Foto: National Institute of Allergy and Infectious Diseases

“Seseorang itu untuk dapat terkena pneumonia banyak faktor yang harus secara bersama-sama ditangani. Dalam melakukan pencegahan ini, makanya tadi saya juga sebutkan ada yang disebut sebagai cakupan imunisasi,” tutur dr. Wahyuni di Park Hyatt Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/11)

Perlindungan Tidak Hanya untuk Individu, Tapi Juga Komunitas

dr. Wahyuni menekankan bahwa vaksinasi bukan hanya memberikan perlindungan kepada individu yang divaksin, melainkan juga kepada orang-orang di sekitarnya. Hal ini disebut sebagai kekebalan komunitas (herd immunity).

“Karena ketika kita memberikan vaksinasi pada lebih dari 80% masyarakat atau orang yang berisiko, maka dia akan memberikan kekebalan dari orang di sekitarnya,” katanya.

“Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, penyebaran bakteri penyebab pneumonia dapat ditekan, sehingga risiko infeksi menurun secara signifikan di seluruh komunitas,” sambung dr. Wahyuni.

Pandemi Turunkan Cakupan Imunisasi Dunia

Berdasarkan data global, pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun 2020 menyebabkan penurunan drastis pada berbagai program imunisasi di seluruh dunia, termasuk vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) yakni vaksin yang penting untuk mencegah pneumonia.

“Termasuk untuk vaksin PCV ini, dia cakupannya hanya 50%. Jadi makanya ini masih menjadi PR kita bersama supaya bisa meningkatkan cakupan vaksinasi tersebut,” ucapnya.

Ilustrasi vaksin untuk anak. Foto: Shutter Stock

Penurunan cakupan vaksinasi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko wabah penyakit yang sebelumnya dapat dikendalikan.

Penting pula untuk diketahui, vaksinasi tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga. dr. Wahyuni mengingatkan bahwa ketika seorang anak divaksin, ia turut melindungi orang tua dan lansia di rumah dari penularan penyakit, dan sebaliknya.

“Jadi kalau kita mau vaksinasi anaknya, kita bayangkan di rumah itu juga ada neneknya, ada omnya, ada tantenya Itu juga akan terlindung. Demikian juga tadi, kalau dikatakan kita mau vaksinasi neneknya atau orang-orang lansia, anaknya juga pasti akan terlindung,” tegas dr. Wahyuni.

kumparan post embed