Kumparan Logo

Polling kumparan: 63,43% Pembaca Lebih Memilih Kloset Duduk

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mamat mengampelas kloset merk Toto type 532. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mamat mengampelas kloset merk Toto type 532. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Sebanyak 63,43 persen atau 522 pembaca kumparan lebih memilih kloset duduk ketimbang kloset jongkok. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 17 hingga 24 November 2025.

Total ada sebanyak 823 responden telah menjawab polling ini. Sementara, 36,57 persen atau 301 responden lebih memilih kloset jongkok.

embed from external kumparan

Di banyak rumah modern, kloset duduk menjadi pilihan karena dianggap lebih praktis dan nyaman. Namun dari perspektif medis, posisi tubuh saat buang air besar sangat memengaruhi kerja sistem pencernaan lho, Moms!

Penelitian menunjukkan bahwa kloset jongkok justru memberikan keuntungan fisiologis yang membuat proses BAB lebih lancar dan sehat.

1. Posisi Jongkok Membuat Rektum Lebih Lurus

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Digestive Diseases and Sciences, saat duduk, otot puborektalis masih menegang sehingga rektum sedikit tertekuk. Posisi jongkok mengubah sudut tubuh menjadi lebih kecil (sekitar 35°), membuat otot lebih rileks dan rektum lebih lurus sehingga feses keluar dengan mudah.

2. Mengurangi Risiko Mengejan Berlebihan

Jongkok membantu tubuh mengeluarkan feses tanpa harus mengejan keras. Pengejan berlebihan adalah faktor utama terjadinya wasir, fisura ani, hingga prolaps rektum.

3. Lebih Sesuai dengan Mekanisme Alami Tubuh

Selama ribuan tahun, manusia melakukan defekasi dalam posisi jongkok. Karena itu, anatomi tubuh berevolusi untuk bekerja optimal dalam posisi tersebut.